Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kasus DBD Marak, Warga di Kabupaten Mojokerto Fogging Mandiri

Sofan Kurniawan • Kamis, 8 Januari 2026 | 08:10 WIB
MENGKHAWATIRKAN: Petugas fogging melakukan pengasapan di Dusun Sidokerto, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, menyusul maraknya kasus DBD di desa setempat, kemarin (7/1).
MENGKHAWATIRKAN: Petugas fogging melakukan pengasapan di Dusun Sidokerto, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, menyusul maraknya kasus DBD di desa setempat, kemarin (7/1).

Berharap Pemerintah Daerah Segera Menindaklanjuti   

KABUPATEN - Petugas melakukan fogging di Dusun Sidokerto, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, kemarin (7/1). Pengasapan bertujuan untuk memberantas perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti tersebut dilakukan menyusul maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di desa setempat. 

Ayu Diyah, bidan Desa Pulorejo mengatakan, sesuai data dari puskesmas, jumlah penderita DBD di Dusun Sidokerto tercatat mencapai 13 orang. Mayoritas dialami anak-anak dan usia remaja. Rata-rata trombosit mereka di bawah normal. ”Jumlah itu hanya data yang tercatat di puskesmas saja. Ada juga pasien yang langsung ke rumah sakit, jadi tidak terdata di puskesmas,” terangnya. 

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin, sejumlah pasien yang dirawat di Puskesmas Dawarblandong sebagian telah dirujuk ke rumah sakit. Bahkan, terdapat pasien DBD yang mendapat perawatan intensif di ruang ICU. Sehingga atas kejadian ini warga lantas berinisiatif melakukan fogging mandiri. 

Ainani warga setempat menyatakan, biaya fogging tersebut hasil iuran warga senilai Rp 15 ribu per kepala keluarga (KK). Sejak kemarin (7/1) pagi petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto melakukan fogging di Dusun Sidokerto. 

Warga berharap pemerintah segera melakukan tanggap cepat dalam menangani maraknya kasus DBD tersebut. Mengingat, penyintas rata-rata dialami anak-anak. ”Mohon dinas terkait dan pemerintah benar-benar menindaklanjuti kasus DBD di tempat kami ini,” tandas Aini. (fan/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#Demam Berdarah (DBD) #dbd marak #fogging mandiri #DBD Mojokerto