Berlangsung di Pendapa Graha Majatama, Pemkab Mojokerto, Ketua Forum Kabupaten Sehat Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian dari meningkatnya penggunaan Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif) di kalangan masyarakat. Sekaligus membekali generasi muda dengan komitmen preventif untuk menghindarinya.
’’Melalui dialog interaktif ini peserta bisa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai jenis dampak dan juga bahaya Napza. Kemudian meningkatkan motivasi peserta untuk menjadi pelopor dan pelapor dalam pencegahan penyalahgunaan Napza di lingkungan masing-masing,’’ kata Ning Hana, sapaan karib Shofiya Hanak Albarraa.
Ketua TP-PKK Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, remaja masa kini dihadapkan dengan tantangan yang luar biasa. Sehingga tentu harapan besarnya setelah kegiatan ini muncul pemikiran yang dibangun dan digerakkan bersama, tidak hanya cukup dari para pemangku kebijakan, namun juga dari pihak lain. ’’Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan menumbuhkan kesadaran yang lebih tinggi lagi terhadap pentingnya hidup sehat tanpa narkoba. Sesuai tema kegiatan yang diangkat kali ini, Generasi Emas, Generasi Bersinar,’’ ulasnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyatakan, penyalahgunaan Napza merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi bangsa. Dampaknya, lanjut dia, tidak hanya pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga pada aspek sosial, pendidikan, bahkan keamanan dan ketertiban masyarakat. ’’Fakta bahwa lonjakan kasus penyalahgunaan Napza yang diungkap Polresta Mojokerto melonjak sebesar 75 persen. Pada tahun 2023 sebanyak 65 kasus, dan tahun 2024 menjadi 114 kasus,’’ tutur Gus Bupati.
Sehingga, ke depan, dia meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Hal itu, agar cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 bisa disongsong. ’’Saya sangat mengapresiasi peran Forum Kabupaten Sehat Mojokerto menyelenggarakan kegiatan ini. Forum ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran, memperkuat jejaring, serta memastikan upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan Napza yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,’’ tandas Gus Bupati.
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dari unsur pemkab, akademisi, serta sejumlah stakeholder terkait. Aksi tersebut menandai sinergitas strategis dalam memerangi ancaman narkoba di bumi Majapahit. Acara ini lantas dipungkasi dengan pemberian materi dengan menghadirkan empat narasumber kompeten.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung Paguyuban Distributor Pupuk Mojokerto, Perumdam Kabupaten Mojokerto, PT Kitoshindo (Birth Beyond), Clarice Aesthetic Clinic, PT Ajinomoto, PT Padi Indonesia Maju, Bank Jatim, BPR Majatama, PT Sopanusa, dan PT PRIA. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah