Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Komnas PA Desak Program MBG di Kota Mojokerto Harus Berjalan selama Liburan

Farisma Romawan • Selasa, 30 Desember 2025 | 00:21 WIB

MASIH BERPROSES: Mobil SPPG di wilayah Kota Mojokerto saat mendistribusikan MBG kepada para siswa penerima manfaat. Dari total enam unit dapur, hingga akhir tahun ini baru satu SPPG yang mengantongi
MASIH BERPROSES: Mobil SPPG di wilayah Kota Mojokerto saat mendistribusikan MBG kepada para siswa penerima manfaat. Dari total enam unit dapur, hingga akhir tahun ini baru satu SPPG yang mengantongi
KOTA - Mandeknya penyaluran MBG di beberapa SPPG di Kota Mojokerto juga disorot Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Timur. Lembaga independen yang mengurus masalah hak anak ini mendesak kepada seluruh SPPG agar program prioritas pemerintah ini terus berjalan meski bertepatan libur semester ganjil. 

Menurut Komnas PA, mandeknya MBG justru berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, terutama bagi keluarga kurang mampu. Padahal, MBG kini bukan sekadar program bantuan, melainkan sudah menjadi hak setiap anak dalam memperoleh gizi seimbang demi tumbuh kembang mereka. 

Komnas PA juga memandang penghentian program MBG justru dapat memperburuk kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, dan dapat menghambat pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang jika tidak segera dibenahi.

’’Tumbuh kembang anak bisa terganggu, termasuk kesehatan gizinya. Beban pengeluaran rumah tangga juga ikut meningkat karena orang tua harus menyediakan makanan tambahan untuk anak-anak karena tidak lagi menerima MBG,’’ ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komnas PA Jatim Jaka Prima, kemarin (28/12). 

Dia juga menyoroti metode penyaluran MBG yang meminta siswa atau wali murid mengambil paket makanan di sekolah berjalan kurang efektif. Jaka justru memberikan opsi kepada SPPG agar langsung mengantarkan ke rumah siswa sasaran penerima manfaat. 

Penyaluran juga tidak harus berbentuk makanan jadi, tapi bisa berupa uang tunai agar dibelanjakan orang tua sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang siswa. ’’Karena kami melihat justru sia-sia menyalurkan paket MBG ke sekolah karena libur. Lebih efektif diganti dengan uang pengganti MBG yang dititipkan ke sekolah untuk diberikan kepada orang tua. Sehingga orang tua juga ikut memantau perkembangan gizi anaknya,’’ tandasnya. (far/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#SPPG Kota Mojokerto #komnas pa #mbg kota mojokerto