Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wali Murid di Kota Mojokerto Keluhkan Distribusi MBG

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 30 Desember 2025 | 01:15 WIB

 

HARUS LENGKAPI SERTIFIKASI: Program MBG yang disalurkan dari salah satu SPPG di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, kepada penerima manfaat.
HARUS LENGKAPI SERTIFIKASI: Program MBG yang disalurkan dari salah satu SPPG di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, kepada penerima manfaat.
 

KOTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah selama libur semester ganjil di Kota Mojokerto dianggap tak maksimal. Selain siswa yang harus mengambil makanan ke sekolah, terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan jatah menu seminggu sekali.

Kesan carut-marut skema MBG pada masa liburan ini pun menuai keluhan dari sejumlah wali murid. Salah satunya Putra. Dia mengatakan, selama libur sekolah anaknya yang kini duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) tetap mendapat jatah MBG. Hanya saja, cara pendistribusiannya dirapel untuk jatah satu minggu sekaligus.

”Harusnya per hari, tapi ini dibuat langsung satu minggu, jadi langsung banyak,” ujar warga Kecamatan Prajurit Kulon itu, kemarin (28/12). 

Menurutnya, mekanisme penyaluran demikian ini tidak efektif. Pun menu yang diterima juga terkesan ala kadarnya.

”Ada susu empat kotak kecil-kecil, buah jeruk rasanya asam, jajan roti, dan kue,” sebutnya. Putra menyatakan, dengan makanan seperti itu, lebih baik anaknya tak menerima MBG selama libur sekolah.

Kalaupun program prioritas ini harus tetap berjalan, dia lebih sepakat menunya diganti bahan mentah atau dikonversi dalam bentuk uang sekalian. ”Kalau yang sekarang ini nggak maksimal, menunya tidak jelas juga,” imbuhnya. 

Seperti diketahui, penyaluran MBG selama libur semester pertama di Kota Mojokerto dijalankan berdasarkan kesepakatan SPPG dan sekolah penerima manfaat. Terdapat SPPG yang libur, namun ada pula yang tetap berlanjut dengan cara siswa mengambil ke sekolah. (adi/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Kasus MBG #Polemik MBG #wali murid #mbg kota mojokerto