Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ratusan Anak Terpapar TBC, Tahun Ini Ditemukan 1.718 Kasus Baru di Kabupaten

Indah Oceananda • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:00 WIB

 

 

warga-kota-pengidap-tbc-terus-meningkat
warga-kota-pengidap-tbc-terus-meningkat

KABUPATEN - Kewaspadaan terhadap penularan tuberculosis (TBC) tampaknya perlu ditingkatkan. Sebab, dari tahun ke tahun jumlah penderitanya terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mengungkap, rentan Januari hingga November, tercatat  sudah ada 1.718 penderita baru. Bahkan, penyakit yang menyerang paru-paru ini tak hanya diidap usia dewasa, namun juga menjangkiti anak-anak.

 ”Mayoritas penderitanya dewasa, usia 18 ke atas. Tapi, ada juga yang anak-anak,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono, kemarin (1/12). Dari ribuan kasus yang terdata itu, Agus menyebutkan, seratus lebih di antaranya menjangkiti anak-anak. Yakni, usia 0-14 tahun. ’’Untuk usia 0-5 tahun ada 103 orang, dan usia 5-14 tahun ada 56 orang. Jadi, total ada 159 anak yang terpapar TBC,’’ ungkapnya. 

Dia menyatakan, anak-anak memang lebih mudah tertular dari orang dewasa yang menderita TBC aktif. Utamanya, usia di bawah lima tahun atau balita. Sebab, sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna. ”Anak-anak lebih mudah tertular dari orang dewasa yang menderita TBC aktif. Mereka juga berisiko mengalami TBC berat, seperti TBC otak (meningitis tuberkulosa) atau TBC milier,’’ bebernya. 

Dia menambahkan, setidaknya terdapat lima gejala orang yang terindikasi tertular TBC. Di antaranya batuk berdahak maupun tidak berdahak, demam, nyeri dada, berkeringat tanpa sebab terutama pada malam hari, serta nafsu makan maupun berat badan menurun. ’’Kemungkinan anak-anak ini terpapar juga akibat percikan dahak penderita TBC, karena penularannya juga bisa melalui udara,’’ jelas Agus. 

Pengobatan TBC harus rutin dengan mengonsumsi obat selama jangka waktu yang dianjurkan dokter. Jika pasien berhenti minum obat sebelum waktu yang disarankan, bakteri TBC berpotensi kebal terhadap obat yang biasa diberikan. ’’Akibatnya, TBC menjadi lebih berbahaya dan akan lebih sulit diobati,’’ urai dia.

 Ketika sudah terkonfirmasi TBC, orang tersebut wajib memakai masker ketika berada di sekitar orang, terutama selama tiga minggu pertama pengobatan. Upaya ini dapat membantu mengurangi risiko penularan. Demikian pula dengan masyarakat yang akan berinteraksi dengan penderita TBC. Selain itu, pemberian vaksin bacillus calmette-guerin (BCG) juga dinilai menjadi salah satu upaya pencegahan yang dianggap ampuh. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #tuberculosis (TBC) #dinkes kabupaten mojokerto #terus bertambah