Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Waspada Bakteri Salmonella, Berikut Ini Penjelasan Mengenai Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Imron Arlado • Senin, 1 Desember 2025 | 00:40 WIB
Saat ini, popularitas konsumsi makanan mentah semakin meningkat seiring dengan berkembangnya gaya hidup modern. Sumber foto: Google
Saat ini, popularitas konsumsi makanan mentah semakin meningkat seiring dengan berkembangnya gaya hidup modern. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Saat ini, popularitas konsumsi makanan mentah semakin meningkat seiring dengan berkembangnya gaya hidup modern.

Semakin banyak orang yang mulai mencari pengalaman kuliner atau rasa baru yang lebih segar dan alami melalui hidangan seperti sushi, sashimi, telur setengah matang, hingga daging mentah.

Makanan mentah juga kerap kali disebut sebagai hidangan premium atau istimewa karena bahan-bahannya harus berkualitas tinggi dan segar.

Di balik popularitasnya yang semakin melonjak sebagai hidangan istimewa, terdapat resiko di balik kebiasaan mengonsumsi makanan mentah, yakni keberadaan salmonella.

Salmonella sendiri merupakan sebuah bakteri yang umumnya ditemukan pada produk hewani, terutama unggas, telur, daging, dan susu yang tidak dipasteurisasi atau pemanasan produk.

Bakteri salmonella ini biasanya hidup dengan sangat baik di tempat-tempat yang lembap, hangat, dan mampu bertahan pada bahan makanan yang belum melalui proses pemasakan.

Salmonella juga dikenal memiliki berbagai stereotip, namun sebagian besarnya sangat berpotensi menyebabkan infeksi pada manusia.

 

Baca Juga: Libur Panjang Akhir Tahun, Pemesanan Melonjak

 

Keberadaan bakteri salmonella pada makanan mentah juga selalu menjadi perhatian khusus karena sifatnya yang sangat mudah berkembang dan sulit terdeteksi tanpa adanya uji laboratorium.

Sumber kontaminasi bakteri salmonella biasanya berawal dari hewan ternak yang terpapar dan membawa bakteri ini ke dalam tubuhnya.

Bakteri ini kemudian akan terus menempel pada daging saat proses penyembelihan, pengolahan, hingga penyimpanan.

Selain daging, telur mentah juga dapat beresiko terpapar bakteri salmonella karena salmonella dapat menempel pada kulit telur dan meresap masuk melalui celah retakan pada cangkang.

Beberapa makanan laut tertentu pun dapat terkontaminasi bakteri salmonella jika bahan atau hewan tersebut berasal dari perairan yang tercemar.

Selain dari bahan-bahan yang mentah, bakteri salmonella juga seringkali muncul dari kontaminasi silang di dapur rumah atau restoran yang peralatan atau tangannya tidak steril dan menyentuh berbagai bahan makanan lain.

Infeksi yang disebabkan oleh paparan bakteri salmonella dapat memicu gangguan pencernaan dengan gejala seperti diare, demam, mual, muntah, hingga kram perut.

Kondisi ini biasanya akan muncul pada kurun waktu dua jam atau beberapa hari setelah bakteri berhasil masuk ke dalam tubuh.

Di beberapa kasus, kondisi ini bisa pulih dalam beberapa hari, namun sebagian kasus ini juga bisa berubah menjadi lebih serius dan dapat menyebabkan dehidrasi, peradangan usus, hingga sepsis.

Selain itu, intensitas resiko munculnya komplikasi pada kondisi ini juga akan semakin meningkat jika terjadi pada bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan.

Alasan mengapa paparan bakteri salmonella kerap kali terjadi pada makanan mentah dan mempunyai resiko yang lebih tinggi adalah karena makanan tersebut tidak melalui proses pemanasan yang dapat membunuh bakteri.

Bahan mentah umumnya bersifat berkali lipat lebih sensitif terhadap suhu penyimpanan dan cara pengolahan.

Sehingga, jika ada sedikit kesalahan pada proses pengolahan atau penyimpanan dapat membuka peluang bagi bakteri untuk berkembang, ia seakan diberi wadah untuk bertahan hidup.

 

Baca Juga: Glamping Bersama Keluarga saat Liburan, Momen Quality Time di Alam Bebas

 

Kualitas bahan makanan juga sangat berpengaruh karena makanan yang sudah tidak segar atau berasal dari tempat yang kebersihannya tidak terjaga cenderung akan membawa lebih banyak bakteri.

Maraknya situasi seperti ini membuat hidangan makanan mentah harus selalu diperlakukan dengan standar kebersihan yang jauh lebih ketat.

Sementara itu, ada pula beberapa cara mengenali makanan mentah yang aman yakni dilihat dari kualitas bahan dan cara atau proses pengolahannya.

Bahan makanan yang aman biasanya memiliki aroma khas yang segar dengan tekstur alami yang masih terjaga dan warna alami yang tidak tampak kusam.

Selain itu, reputasi penyedia bahan makanan juga menjadi acuan karena sumber yang terpercaya lebih memungkinkan untuk menjalankan berbagai rangkaian proses panen, penyimpanan, dan distribusi dengan pengawasan yang baik.

Tempat makan atau restoran yang menyediakan hidangan makanan mentah umumnya memiliki standar kebersihan dan sistem penyimpanan suhu rendah yang konsisten.

Untuk mengurangi resiko paparan bakteri salmonella dan menghindari terjadinya infeksi, terdapat beberapa proses penanganan aman yang dapat dilakukan.

Yakni dengan cara menyimpannya pada suhu yang rendah dan menggunakan peralatan yang bersih.

Bahan-bahan makanan yang mentah juga sebaiknya dipisahkan dari bahan lain untuk menghindari kontaminasi silang.

 

Baca Juga: 18 Non-ASN Bersiap Demo Pemkot

 

Selain itu, proses pengolahan yang rapi juga dapat memungkinkan setiap langkah berlangsung tanpa adanya resiko perpindahan bakteri.

Rutin melakukan pengecekan pada kualitas atau kesegaran bahan makanan juga dapat membantu memastikan bahwa makanan berada dalam kondisi aman sebelum dikonsumsi.

Konsumsi makanan mentah memang memberikan pengalaman kuliner yang sangat unik, namun terdapat resiko di baliknya yang harus dipertanggungjawabkan.

Pemilihan bahan yang berkualitas, pengolahan yang higienis, serta pengetahuan dan pengalaman tentang resiko konsumsinya menjadi pintu utama untuk menikmati makanan sejenis ini dengan lebih aman.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#sushi #kesehatan #Resiko #telur #sashimi #infeksi #proses penanganan #makanan #mentah #salmonella #proses pengolahan #alasan #cara mengenali #bakteri #daging