JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Rhinitis merupakan kondisi di mana lapisan dalam pada hidung mengalami peradangan yang membuat saluran hidung bagian atas menjadi lebih sensitif.
Kondisi ini sangat umum dialami oleh banyak orang dan kerap kali dianggap sepele karena gejalanya yang mirip dengan flu biasa atau pilek.
Yang membuat rhinitis dengan flu pada umumnya berbeda adalah rhinitis bisa berlangsung lama, muncul berulang kali, dan mudah kambuh saat bertemu dengan pemicunya.
Kehadiran rhinitis juga dinilai sangat mengganggu aktivitas harian karena hidung menjadi tidak lega, mudah berair, atau sering bersin tanpa sebab yang jelas selama berulang kali.
Penyebab rhinitis juga muncul dari berbagai faktor, namun umumnya terjadi karena respon tubuh tidak seimbang terhadap rangsangan tertentu.
Pada sebagian orang, rhinitis dipicu oleh sistem imun yang bereaksi berlebihan terhadap alergen.
Sementara pada sebagian orang lainnya, peradangan rhinitis non allergic biasanya didorong oleh hal-hal non allergic seperti perubahan cuaca, polusi, atau infeksi.
Selain itu, kombinasi antara faktor lingkungan, genetik, dan sensitivitas tubuh juga mampu membuat seseorang menjadi lebih mudah mengalami kondisi ini.
Baca Juga: Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko Dukung Pelestarian Cagar Budaya, Kembali Geber Pembebasan Lahan
Rhinitis juga memiliki dua jenis yang berbeda, yakni rhinitis alergi dan rhinitis non alergi.
- Rhinitis alergi
Umumnya terjadi karena sistem kekebalan tubuh terlalu sensitif sampai zat yang sebenarnya tidak berbahaya dianggap sebagai ancaman.
Contohnya seperti debu, serbuk sari, tungau, bulu hewan, hingga udara dingin yang kemudian menjadi faktor pemicu utama rhinitis alergi.
Saat tubuh bereaksi pada zat yang dianggap ancaman, histamin atau senyawa kimia dalam tubuh akan dilepaskan sehingga hidung menjadi bengkak, gatal, dan berair.
- Rhinitis non alergi
Sementara jenis rhinitis yang satu ini biasanya dipicu oleh perubahan suhu, polusi udara, asap rokok, bau menyengat, stress, dan penggunaan obat tertentu.
Gejalanya mirip dengan rhinitis alergi, namun tidak disertai dengan reaksi imun terhadap alergen. Kondisi rhinitis non alergi juga biasanya muncul secara tiba-tiba dan tidak mengikuti pola musiman.
Gejala rhinitis termasuk dalam jenis gejala penyakit yang sangat mudah dikenali, yakni hidung tersumbat, hidung berair, bersin berulang kali, hidung terasa gatal, dan terkadang diikuti oleh kondisi mata yang berair.
Selain itu, rhinitis juga bisa memengaruhi perubahan suara menjadi sengau pada beberapa orang yang mengalaminya karena aliran udara di hidung tidak lancar.
Gejala rhinitis muncul secara bertahap atau bisa juga secara spontan tergantung kondisi dan bisa semakin memburuk saat bertemu dengan pemicu tertentu.
Resiko mengalami rhinitis akan semakin meningkat pada seseorang yang memiliki riwayat alergi dalam keluarganya, lingkungan tempat tinggal yang berdebu atau berpolusi, dan terkena paparan udara dingin atau penggunaan AC yang berlebihan.
Saat ini, rhinitis alergi juga seringkali terjadi pada anak-anak dan remaja karena sistem imun mereka yang masih sangat responsif terhadap alergen.
Baca Juga: Pengendara Keluhkan Kondisi Jalan Empunala Kota Mojokerto
Di sisi lain, kondisi rhinitis yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah lanjutan yang lebih serius, seperti sinusitis, sakit kepala, gangguan tidur, dan penurunan konsentrasi.
Pada beberapa kasus, peradangan yang terjadi berulang kali dalam kurun waktu yang lama juga membuat hidung lebih mudah tersumbat dan pernapasan melalui mulut menjadi lebih sering.
Cara mengatasi rhinitis dapat dilakukan dengan cara berfokus pada mengurangi peradangan dan menjaga hidung tetap aman dengan mengonsumsi beberapa obat tertentu seperti obat antihistamin, semprotan saline, dan steroid nasal.
Selain mengonsumsi obat-obatan, upaya memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat seperti menjaga kebersihan ruangan, mengurangi paparan debu, dan mengurangi polusi juga menjadi salah satu cara mengatasi rhinitis.
Pemahaman mengenai penyebab, jenis, pemicu, dan cara mengatasinya akan membantu banyak orang untuk lebih siap dalam menghadapi kondisi rhinitis ini dalam kehidupan sehari-hari.
FANEZA
Editor : Imron Arlado