JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dunia ini, tak jarang orang yang sudah pernah mengalami bangun tidur dengan kondisi leher yang nyeri dan susah untuk digerakkan.
Kondisi ini kerap kali disebut dengan istilah ''salah bantal'', namun istilah tersebut sebenarnya bukanlah sebutan asli atau ilmiah dari kondisi nyeri leher.
Istilah itu hanya digunakan sebagai cara untuk menggambarkan kondisi tegang atau peradangan ringan pada otot dan sendi di leher akibat posisi tidur yang tidak ideal atau kurang tepat.
Selama seseorang tidur, otot-otot leher akan tetap bekerja untuk menopang kepala agar posisi tulang belakang tetap terjaga dan seimbang.
Maka dari itu, saat orang tidur dengan posisi kepala dan leher yang tidak sejajar dengan tubuh selama berjam-jam, misalnya karena posisi bantal terlalu tinggi atau rendah, dan bentuknya yang tidak menopang dengan baik, secara otomatis otot dan sendi leher akan tertarik atau tertekan.
Keadaan otot dan sendi leher tertarik atau tertekan tersebutlah yang membuat leher terasa nyeri dan kaku saat bangun tidur.
Secara medis, kondisi yang akrab disapa dengan istilah salah bantal ini paling sering merujuk pada acute torticollis atau acute neck muscle strain, yaitu keadaan di mana otot leher menegang secara tiba-tiba karena posisi tidur yang tidak tepat.
Secara harfiah, torticollis memiliki arti ''leher bengkok'' yang berasal dari bahasa latin, yakni tortus berarti bengkok dan collum berarti leher.
Pada kasus-kasus ringan yang sudah sering terjadi atau muncul mendadak, kondisi ini tidak disebabkan oleh penyakit yang serius, melainkan karena penegangan atau kram otot akibat posisi yang tidak alami.
Kondisi ini jelas berbeda dengan cervical dystonia yang disebabkan oleh gangguan saraf karena jauh lebih berat dan tidak bisa langsung sembuh hanya dengan kompres atau istirahat.
Beberapa penyebab utama terjadinya kondisi penegangan otot dan sendi leher ini adalah:
- Posisi bantal terlalu tinggi
Membuat kepala terdorong ke depan, sehingga otot leher bagian belakang menegang berjam-jam.
- Posisi bantal terlalu rendah
Leher tidak mendapatkan penopang yang cukup kuat, sehingga seluruh beban kepala ditanggung oleh otot leher.
- Posisi tidur tidak sejajar atau tidak ideal
Contoh yang sering terjadi adalah tidur dalam posisi tengkurap atau kepala menoleh hanya ke satu sisi secara tajam selama berjam-jam.
- Gerakan mendadak saat tidur
Gerakan mendadak ini biasanya kerap kali terjadi karena reflek seseorang saat mengalami mimpi atau posisi tidur berubah tanpa sadar yang membuat otot tertarik.
- Kualitas bantal menurun
Bantal yang telah digunakan dalam jangka waktu panjang secara otomatis akan mengalami penurunan kualitas seperti kehilangan bentuk aslinya atau semakin keras yang membuat posisi kepala tidak stabil.
Gejala yang sering dialami oleh penderita kondisi ini umumnya adalah rasa sakit ketika menoleh ke kanan atau kiri, rasa nyeri menjalar ke bahu, atas, atau bahkan sampai ke kepala bagian belakang.
Tak hanya itu, dalam kondisi ini otot leher juga akan terasa kaku saat disentuh, dan terkadang juga disertai sakit kepala ringan atau pusing karena aliran darah terganggu.
Meski nyeri yang diakibatkan oleh acute torticollis atau acute neck muscle strain ini terasa sangat mengganggu, kebanyakan kasus seperti ini dapat ditangani di rumah tanpa perlu penanganan medis berat.
Mengompres bagian yang nyeri dengan air hangat selama 10-15 menit dalam beberapa hari sekali dapat membantu melebarkan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah ke area leher, dan membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks.
Baca Juga: Trowulan Mojokerto Dilanda Angin Kencang, Enam Rumah Rusak, Tiga Pohon Tumbang
Melakukan pijatan lembut dan ringan pada area yang nyeri juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengendurkan otot yang menegang.
Selain itu, tidur dengan posisi yang ideal atau memastikan kepala dan leher sejajar dengan punggung, minum obat pereda nyeri, dan melakukan peregangan ringan setelah rasa nyeri berkurang juga dapat membantu mengatasi permasalahan ini.
Sementara itu, ada pula cara mencegah kondisi ini terjadi, yakni dengan cara memposisikan bantal dengan tinggi yang sedang dan bentuk yang menopang leher, hindari tidur tengkurap, dan ganti bantal secara berkala.
Kondisi nyeri leher akibat salah bantal ini memang terdengar sepele, namun selalu berhasil mengganggu aktivitas sehari-hari para penderita.
Maka dari itu, bagi siapapun yang belum pernah mengalami kondisi seperti ini, penting untuk mulai memperhatikan posisi tidur dan jenis bantal yang digunakan.
Karena mencegah selalu lebih baik daripada menahan nyeri yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.
FANEZA/FADYA
Editor : Imron Arlado