JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dunia ini, setiap orang dari berbagai daerah pasti memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda.
Ada yang halus dan lembut, ada pula yang kering, bersisik, atau muncul bintik-bintik hitam kecil di permukaannya.
Salah satu kondisi dan tekstur kulit yang kerap kali membuat banyak orang merasa penasaran karena terasa kasar saat disentuh adalah chicken skin atau dalam istilah medis disebut keratosis pilaris.
Kondisi chicken skin ini membuat permukaan kulit tampak seperti ada bintil-bintil kecil yang mirip dengan kulit ayam setelah dicabut bulunya dan seperti permukaan pasir kasar atau tonjolan kecil yg berjumlah banyak.
Munculnya chicken skin biasanya berasal dari folikel rambut yang tersumbat oleh tumpukan sel kulit mati dan protein kulit bernama keratin.
Walaupun keberadaan chicken skin kerap kali dianggap mengganggu karena teksturnya yang kasar, sebenarnya kondisi ini sangat umum terjadi dan tidak berbahaya.
Bintik-bintik chicken skin biasanya bisa berwarna mirip seperti kulit asli, agak kemerahan, atau kecoklatan tergantung warna kulit dan tingkat peradangan.
Sementara itu, lokasi yang paling sering ditumbuhi oleh chicken skin adalah lengan atas, paha bagian depan, dan pipi.
Baca Juga: Melihat Cara Cafe Lawu 33 Kota Mojokerto Berdayakan Kaum Difabel
Bintik-bintik chicken skin umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, melainkan rasa gatal atau kulit menjadi terasa semakin kering di beberapa orang.
Penyebab pasti munculnya chicken skin belum diketahui secara jelas, namun dapat dipastikan bahwa inti masalah munculnya chicken skin adalah kelebihan keratin yang kemudian menciptakan semacam sumbatan di folikel rambut kecil sehingga muncul tonjolan-tonjolan kecil bertekstur kasar.
Faktor genetik dan kondisi kulit lain seperti eksim juga dapat menjadi pemicu kondisi kulit chicken skin yang sering muncul secara bersamaan.
Kondisi chicken skin atau keratosis pilaris ini umumnya muncul saat masih anak-anak dan semakin terlihat saat remaja.
Ada juga beberapa faktor yang dapat membuat kondisi chicken semakin parah, yakni saat kulit terlalu lama terpapar udara dingin di ruangan ber-AC atau saat musim dingin berlangsung yang membuat kulit menjadi kering.
Cuci muka atau mandi menggunakan air dan sabun yang keras juga bisa menjadi faktor parahnya chicken skin karena mampu mengikis minyak alami dalam kulit.
Selain itu, chicken skin juga akan lebih mudah tumbuh pada kulit yang tidak terhidrasi dengan baik atau kurang pelembap, karena kulit yang lembap dan terhidrasi akan cenderung lebih halus.
Iritasi yang disebabkan oleh menggosok permukaan kulit terlalu kuat dan waxing atau shaving yang dilakukan dengan teknik yang salah pun dapat menimbulkan sekaligus memperparah kondisi kulit chicken skin.
Merawat kulit yang mengalami chicken skin sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, kuncinya ada pada tingkat stabilitas kelembapan kulit, karena kulit yang terhidrasi dapat membantu mengangkat penumpukan keratin yang menyebabkan permukaan kulit terasa kasar.
Produk-produk yang bekerja untuk memudarkan chicken skin umumnya menggabungkan dua efek, yakni melembapkan atau emollient dan efek pengelupasan ringan yang biasanya disebut keratolitik atau eksfoliasi kimiawi.
Perubahan dari tekstur kulit chicken skin yang kasar ke tekstur kulit yang lebih halus juga bertahap dan membutuhkan konsistensi yang tinggi karena chicken skin bukanlah kondisi yang akan hilang dalam semalam.
Ada pula beberapa produk atau kandungan skincare yang dapat membantu menyembuhkan chicken skin secara efektif, yakni urea yang bekerja sebagai pelembap sekaligus membantu melunakkan dan mengurai keratin yang menumpuk, sangat berguna untuk kondisi kulit yang sangat kering.
Sementara itu, kandungan skincare yang paling umum digunakan untuk meredakan chicken skin adalah lactic acid (AHA) dan salicylic acid (BHA).
Kandungan AHA atau asam alfa hidroksi memiliki efek eksfoliasi ringan yang dapat membantu menarik kelembapan kulit.
Sedangkan kandungan BHA mampu menembus pori-pori dan membantu meluruhkan sel kulit mati di sekitar folikel rambut.
Dengan perawatan yang konsisten dan lembut seperti eksfoliasi menggunakan serum yang mengandung AHA/BHA selama 2-3 kali dalam satu minggu bisa membuat sumbatan keratin melunak dan membuat tekstur kulit yang mulanya kasar akan perlahan-lahan halus, bersih, sekaligus tampak sehat.
Namun, perlu dicatat dan diingat bahwa produk-produk penyembuh chicken skin atau keratosis pilaris ini hanya membantu mengurangi tampilan dan tekstur, serta tidak selalu menyembuhkan chicken skin secara permanen. Efeknya biasanya juga tergantung pada konsistensi pemakaian produk skincare.
Selain itu, perlu dipahami juga bahwa chicken skin adalah sebuah kondisi kulit yang umum terjadi dan bukan suatu hal yang memalukan.
Teksturnya dapat diperbaiki dengan melakukan perawatan yang tepat, namun memang membutuhkan waktu, kesabaran, konsistensi, dan ketelitian dalam memilih kandungan produk untuk mencapai hasil yang memuaskan dan tidak menambah iritasi pada kulit.
FANEZA
Editor : Imron Arlado