Jawa Pos Radar Mojokerto - Kini di area pusat perbelanjaan atau mall, kerap sekali menjumpai kursi pijat. Kursi pijat yang dulunya diminati kalangan bapak - bapak yang menunggu istrinya belanja. Justru di era sekarang remaja mulai terlihat menggunakan kursi pijat.
Kursi pijat Otomatis modern yang dirancang memberikan kenyamanan reflexi. Teknologi yang dirancang dapat meniru cara pijat yang dilakukan oleh manusia, termasuk shiatsu, memijat, menggulung, dan pijat untuk kaki.
Kursi pijat yang bisa diatur sendiri durasi pijatnya itu, dengan sesi yang berlangsung antara 5 hingga 15 menit, pengguna dapat merasakan efek positifnya tanpa perlu pergi ke spa atau mendapatkan layanan dari terapis profesional.
Awalnya kursi pijat yang identik dengan bapak - bapak menunggu istri nya berbelanja ataupun pengguna dewasa yang membutuhkan pelemasan otot setelah bekerja.
Namun,kini seiring perubahan gaya hidup, remaja kini memanfaatkannya sebagai bentuk hiburan sekaligus perawatan tubuh. Bahkan, tidak jarang momen duduk di kursi pijat diabadikan dan diunggah ke media sosial seperti TikTok dan Instagram, menjadikannya bagian dari tren gaya hidup.
Faktor yang mendukung penggunaan
Ada beberapa alasan mengapa kursi pijat kini diminati kalangan remaja:
Baca Juga: Kalangan Remaja Ramai Terserang Diabetes hingga Gagal Ginjal, Begini Alasannya
1. Akses Mudah dan Terjangkau
Harga satu sesi pijat kursi cukup bervariasi, mulai dari Rp10.000–Rp25.000. Ini jauh lebih murah dibandingkan layanan spa atau pijat profesional. Lokasinya yang strategis di area ramai membuat kursi pijat mudah dijangkau remaja.
2. Pembayaran Digital yang Praktis
Sebagian besar kursi pijat kini menerima pembayaran melalui QRIS atau dompet digital, memudahkan remaja yang terbiasa bertransaksi tanpa uang tunai.
3. Desain dan Fitur Modern
Kursi pijat terbaru memiliki tampilan futuristik, layar sentuh, hingga fitur musik relaksasi. Desain ini lebih menarik bagi generasi muda yang menyukai teknologi.
4. Pengaruh Media Sosial
Banyak konten kreator mengunggah video “coba kursi pijat” dengan gaya lucu atau review serius, yang secara tidak langsung mengajak remaja lain untuk mencoba
Para ahli kesehatan memberikan catatan Meski aman digunakan, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan kursi pijat tetap harus memperhatikan batasan tertentu, terutama pada remaja yang tubuhnya masih dalam masa pertumbuhan.
Fisioterapis Arif Pratama menjelaskan, “Pijatan otomatis memang bermanfaat, tapi jangan digunakan terlalu sering atau dengan tekanan terlalu kuat. Otot dan sendi remaja masih dalam proses adaptasi, jadi cukup 1–2 kali seminggu, maksimal 15 menit per sesi.”
Beliau juga mengingatkan bagi remaja yang memiliki masalah tulang belakang atau cedera, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan kursi pijat.
Baca Juga: 6 Tips Ampuh Mengurangi Konsumsi Gula Untuk Menghindari Diabetes dan Menurunkan Berat Badan
Fenomena ini ternyata juga berdampak pada sektor bisnis. Pemilik pusat perbelanjaan melihat peningkatan permintaan penggunaan kursi pijat sejak kalangan muda mulai tertarik mencobanya. Beberapa mall bahkan menambah jumlah kursi pijat di tiap lantai
Meskipun terdengar sepele, pemanfaatan kursi pijat di tempat umum juga membawa sejumlah tantangan. Salah satu yang paling sering ditemui adalah adanya antrean panjang pada waktu-waktu tertentu.
Beberapa orang bahkan menggunakan kursi pijat tanpa membayar, hanya untuk bersandar atau bermain dengan ponsel mereka, yang dapat mengganggu pengguna lainnya.
Fenomena remaja yang menggunakan kursi pijat menunjukkan adanya perubahan dalam tren relaksasi di dunia modern. Apa yang dulunya dipandang sebagai fasilitas untuk orang dewasa, kini kursi pijat telah menjadi bagian dari gaya hidup remaja. Dengan harga yang terjangkau, akses yang mudah, serta pengaruh media sosial, diperkirakan fenomena ini akan terus meluas.
Namun, penggunaan yang bijaksana tetap menjadi hal penting. Generasi muda perlu menyadari batasan kesehatan serta etika dalam menggunakan fasilitas di ruang publik. Bagi pelaku bisnis, tren ini membuka peluang untuk memperluas pangsa pasar dan menciptakan inovasi yang lebih sesuai bagi anak muda.
Kursi pijat kini telah bertransformasi dari sekadar alat untuk melepaskan stres menjadi simbol perawatan diri yang cepat di tengah kesibukan anak muda. Dalam era yang serba cepat seperti saat ini, tren ini tampaknya akan terus berlanjut—seperti halnya rol pijatan pada kursi tersebut. Leny Ramandhan Oktaviany
Editor : Imron Arlado