Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kalangan Remaja Ramai Terserang Diabetes hingga Gagal Ginjal, Begini Alasannya

Imron Arlado • Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:51 WIB
Ancaman kesehatan lewat dengan gaya hidup diri sendiri
Ancaman kesehatan lewat dengan gaya hidup diri sendiri

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Lonjakan penyakit yang identik dengan usia lanjut kini mulai memasuki kalangan muda. Perubahan seiring dengan gaya hidup pasif yang mengkonsumsi gula berlebih, tercatat kasus penyakit diabetes pada anak-anak dan remaja mengalami peningkatan.

Tercatat pada data Ikatan Dokter Anak Indonesia prevalensi diabetes anak tahun 2000 hanya sebesar 0,004per 100.000 penduduk.

Dan kini angka tersebut naik secara tajam, dengan melihat berbagai kasus di sekolah dan rumah sakit. Dari kalangan balita, anak-anak dan remaja.

Ada beberapa kasus di antaranya Mahardika Masuri firdaus menderita diabetes melitus tipe 1 sejak berusia 12 tahun.

Dan di kalangan remaja, Devika Aurelia Islami menderita diabetes melitus tipe 2. Kasus tersebut membuktikan ancaman kesehatan bisa menyerang siapa saja. 

Gula si manis yang menipu, kenapa bisa disebut seperti itu?. Gula memang manis namun konsumsi gula berlebihan tanpa disertai aktivitas fisik dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. 

 

Masalah yang terjadi ketika kita kebanyakan gula ?

Gaya hidup yang pasif banyak anak muda yang lebih memilih rebahan dan duduk sambil scroll media sosial daripada berolahraga.

 

 

Tak hanya penyakit diabetes saja gaya hidup yang tidak sehat dapat membuka pintu peluang kerusakan organ vital seperti ginja. 

Menurut dr. Deksa, seorang dokter spesialis penyakit dalam sub ginjal, jumlah pasien muda yang menjalani hemodialisa atau cuci darah meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

 

“Nanti, 10 tahun lagi, yang paling laris bukan kopi kekinian, tapi alat hemodialisa,” ujar dr. Tirta saat podcast dengan Kemal Palevi. Bahwa kebiasaan buruk anak muda jaman sekarang banyak minum - minuman manis, malas olahraga, stres, dan tidur yang tidak teratur sebagai penyebab kerusakan ginjal itu terjadi.

Kondisi kesehatan seseorang 80 ℅ ditentukan oleh gaya hidup menurut sebuah studi. Di masa depan kita menderita penyakit kronis semata-mata bukan takdir, melainkan sebagai dari kebiasan - kebiasan yang kita lakukan setiap harinya.

  

Gaya hidup mencakup banyak aspek:

Pertanyaan nya apakah kita sudah memenuhi kebutuhan dan pikiran? Penting nya memperhatikan dari kita apa yang dikonsumsi, tubuh juga membutuhkan waktu untuk istirahat, bukan hanya berbagi tawa dengan orang sekitar kita.

Jika kita lupakan bukankah kita membiarkan penyakit itu datang lebih cepat di usia produktif ini. Setiap apa yang kita makan menentukan arah kesehatan kita. Makan bukan hanya soal kenyang tetapi juga persoalan nutrisi bagi tubuh. 

 

Gula yang berlebihan, lemak jenuh, alkohol, makanan ultra-proses, dan gluten bisa memicu peradangan kronis yang menjadi akar dari penyakit serius pada sebagian orang.

Namun perubahan besar menjaga keseimbangan, mulai dari langkah kecil, kurangi konsumsi gula, camilan yang sehat dan jalin hubungan yang positif.

Nikmati momen manis tapi jangan sampai kelewatan batas, hidup sehat bukan sekedar bertahap tetapi menikmati hidup setiap saat dengan tubuh yang kuat. Mari kita lebih sadar akan kesehatan untuk masa depan yang bahagia. Okta

 

 

Editor : Imron Arlado
#kesehatan #gaya hidup #ginjal #diabetes