Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Skip Sarapan Bisa Berdampak bagi Emosi dan Pola Hidupmu, Lho! Simak Penjelasannya

Imron Arlado • Sabtu, 26 Juli 2025 | 02:09 WIB
Skip Sarapan Bisa Berdampak bagi Emosi dan Pola Hidupmu, lho! Simak Penjelasannya
Skip Sarapan Bisa Berdampak bagi Emosi dan Pola Hidupmu, lho! Simak Penjelasannya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bukan tanpa alasan bahwa sarapan pagi disebut sebagai ''the most important meal of the day''. Asupan makanan di pagi hari sangat penting untuk mengisi kembali energi setelah tubuh beristirahat semalaman.

Namun, kenyataannya, banyak orang terutama remaja, mahasiswa, dan pekerja usia produktif yang justru menjadikan sarapan sebagai hal pertama yang dikorbankan demi tidur lebih lama atau berangkat dengan cepat.

Padahal, kebiasaan melewatkan sarapan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi emosional dan manajemen stres sehari-hari.

Sering kali, orang tidak menyadari bahwa melewatkan sarapan bisa menjadi cerminan dari gaya hidup yang tidak seimbang.

Ketika seseorang terbiasa bangun terburu-buru, hal itu bisa mengindikasikan stres kronis atau manajemen waktu yang buruk.

 

 

Dampak Melewatkan Sarapan pada Kesehatan Mental dan Emosi

Melewatkan sarapan ternyata memiliki dampak yang lebih besar daripada sekadar rasa lapar. Berikut beberapa pengaruhnya.

1. Mudah marah dan sensitif. Ketika tubuh tidak menerima asupan glukosa di pagi hari, kadar gula darah bisa menurun drastis dan memengaruhi suasana hati.

2. Sulit fokus dan menjadi kurang produktif. Otak membutuhkan energi untuk bekerja dengan optimal. Tanpa sarapan, konsentrasi bisa terganggu.

3. Kecenderungan cemas berlebih. Ketidakseimbangan energi di pagi hari dapat memperparah respons stres dan memicu rasa cemas.

4. Emotional eating di siang atau malam hari. Orang yang tidak sarapan cenderung makan lebih banyak di waktu lain sebagai bentuk kompensasi emosional.

Dampak Melewatkan Sarapan pada Pola Makan dan Fisik

Dampak fisik dari melewatkan sarapan juga tidak bisa dianggap remeh.

1. Metabolisme tubuh melambat. Hal ini berpotensi menyebabkan berat badan bertambah.

2. Keseimbangan hormon terganggu. Khususnya hormon lapar seperti ghrelin dan leptin.

3. Potensi masalah pencernaan. Jika perut kosong terlalu lama, penyakit seperti maag atau kembung lebih mudah menyerang tubuh.

4. Daya tahan tubuh menurun. Karena tubuh kekurangan nutrisi penting di awal hari, kita akan rentan terkena penyakit.

 

 

Tips Memulai Kebiasaan Sarapan Sehat

Untuk mulai membuat rutinitas sarapan yang sehat, tidak perlu langsung mengubah pola makan secara ekstrem. Berikut tips sederhana yang bisa dilakukan untuk mulai membiasakan sarapan.

  1. Tidur lebih awal agar bisa bangun pagi dan punya waktu untuk sarapan.
  2. Siapkan menu simple seperti oatmeal, roti gandum, atau buah-buahan.
  3. Mulai dari porsi kecil jika belum terbiasa makan pagi.
  4. Bawa bekal ringan untuk dimakan di perjalanan atau saat tiba di tempat kerja/ kampus.
  5. Minum air putih terlebih dahulu agar perut lebih siap menerima makanan.

Sarapan bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga tentang memberi energi pada tubuh dan kestabilan emosi sejak pagi hari.

Mulailah dari kebiasaan kecil. Karena sarapan yang teratur bisa menjadi langkah awal menuju hidup yang lebih seimbang baik secara fisik maupun mental. FADYA.

Editor : Imron Arlado
#sarapan #Melewatkan Sarapan #kebiasaan #asupan makanan #dampak