Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengupas Kulit Bibir: Kebiasaan Sepele yang Bisa Jadi Tanda Gangguan Psikologis

Imron Arlado • Jumat, 25 Juli 2025 | 23:08 WIB
Kebiasaan mengelupas bibir dan kaitannya dengan gangguan psikologis.
Kebiasaan mengelupas bibir dan kaitannya dengan gangguan psikologis.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebiasaan mengelupas kulit bibir, baik secara sadar maupun tidak.

Meskipun terkesan sepele, tetapi jika kebiasaan ini dilakukan secara berulang-ulang dan tanpa disadari dapat menjadi tanda adanya gangguan psikologis.

Kebiasaan ini biasanya dilakukan oleh seseorang ketika sedang merasa cemas, stres, atau sedang merasa tertekan secara emosional.

 

Apakah Kebiasaan Mengelupas Kulit Bibir Tanda Gangguan Psikologis?

Psikolog, Christin Wibhowo, menjelaskan bahwa kebiasaan mengelupas kulit bibir tidak dapat dijadikan indikator mutlak bahwa seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.

Akan tetapi, kebiasaan itu dapat dikatakan sebagai gangguan ketika mampu memengaruhi produktivitas atau kualitas hidup seseorang.

Salah satu tanda bahwa suatu kebiasaan telah berkembang menjadi gangguan kesehatan mental adalah munculnya perasaan tidak tenang atau merasa kurang puas jika tidak melakukan kebiasaan tersebut.

Psikolog lainnya yakni Ratna Yunita Setiyani Subardjo menambahkan, perilaku mengelupas bibir dapat digolongkan ke dalam gangguan kesehatan mental jika dilakukan secara berulang.

Sebagian orang melakukan kebiasaan tersebut sebagai cara untuk meredakan perasaan cemas yang dialami.

 

Tidak hanya berlaku pada kebiasaan mengelupas kulit bibir, tetapi perilaku seperti mencabuti kuku atau aktivitas lain juga dapat berisiko membahayakan diri dan menjadi tanda adanya gangguan mental.

 

Hubungan Kebiasaan Mengelupas Kulit Bibir dan OCD

Selain dapat merusak kulit bibir, kebiasaan ini juga berkaitan dengan kondisi mental tertentu, seperti gangguan kecemasan atau obsessive-compulsive disorder (OCD).

Kebiasaan menyentuh dan mengelupas bibir secara berulang sering kali muncul sebagai respons terhadap pikiran atau dorongan berulang untuk menyentuh bagian tubuh tertentu.

Dalam hal ini, perilaku mengelupas bibir memiliki kemiripan dengan gejala OCD, di mana seseorang terdorong melakukan tindakan berulang sebagai reaksi terhadap pikiran, gambaran, atau impuls yang terus-menerus muncul.

Perilaku mengelupas kulit bibir juga berkaitan dengan gangguan spektrum obsesif kompulsif, seperti trikotilomania (mencabut rambut secara berulang), gangguan tic, dan gangguan dismorfik tubuh.

Seseorang yang memiliki kebiasaan mengelupas kulit bibir cenderung lebih berisiko mengalami gangguan dalam spektrum obsesif kompulsif dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.

 

 

Bagaimana Cara Menghentikannya?
Menghentikan kebiasaan mengelupas kulit bibir memang tidak mudah, terutama jika sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Menjaga Kelembapan Bibir

Kebiasaan mengelupas kulit bibir sering kali diawali oleh kondisi bibir yang kering atau pecah-pecah. Kulit yang mengelupas tampak mengganggu, sehingga muncul dorongan untuk mencabut atau menarik bagian tersebut.

Maka dari itu gunakan lip balm atau pelembab bibir ketika bibir terasa kering karena bibir yang lembap cenderung tidak mudah mengelupas.

  1. Gunakan Pengingat

Tempelkan catatan kecil di tempat-tempat yang sering dilihat (seperti cermin atau meja kerja) untuk mengingatkan diri agar tidak mengupas bibir.

 

Baca Juga: Kidal Bukan Kekurangan, Justru Punya Kelebihan Tersendiri

  1. Evaluasi Kondisi Emosional

Jika kebiasaan ini muncul saat stres, cobalah kenali sumber stres tersebut dan cari cara sehat untuk mengatasinya, seperti meditasi, olahraga ringan, atau berbicara dengan orang terdekat.

  1. Konsultasi dengan Psikolog

Tindakan mengelupas bibir secara berulang kerap menjadi respons tubuh dan pikiran terhadap stres, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius dan tepat.

 

Oleh sebab itu, segeralah konsultasi dengan psikolog atau psikiater jika kebiasaan tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. LINDA

 

 

Editor : Imron Arlado
#mengelupas kulit bibir #cemas berlebihan #gangguan psikologis #bibir kering dan pecah-pecah #ocd