JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sering mengantuk di siang hari padahal sudah tidur dengan cukup? Sudah saatnya kamu mengevaluasi gaya hidup sehari-hari.
Mengantuk adalah hal yang wajar karena dibutuhkan oleh setiap manusia. Akan tetapi, jika rasa kantuk muncul secara berlebihan, maka terjadi sesuatu di dalam tubuh yang perlu dibenahi.
Rasa kantuk dan tidur memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, memperbaiki jaringan yang rusak, meregenerasi sel, serta memulihkan energi untuk menjalani aktivitas keesokan harinya.
Penyebab Rasa Kantuk Berlebihan
- Konsumsi Makanan Rendah Nutrisi
Beberapa masalah nutrisi dan pencernaan seperti kurangnya nutrisi, alergi makanan, disregulasi gula darah, serta meningkatnya permeabilitas usus dapat memicu rasa lelah dan mengantuk.
Seseorang yang sering merasa lelah dan mengantuk umumnya memiliki pola makan yang kurang sehat.
Selain itu, mereka juga cenderung mengalami banyak gangguan pencernaan yang berhubungan dengan perubahan bakteri usus dan fungsi lapisan usus yang tidak normal dibandingkan dengan orang yang tidak kelelahan.
- Kurang Tidur
Mengantuk di siang hari sering kali dipicu oleh kurangnya waktu tidur di malam sebelumnya.
Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), idealnya orang dewasa tidur antara 7 hingga 8 jam setiap malam agar tetap segar dan waspada di hari berikutnya.
Sayangnya, sekitar 20% orang dewasa tidak berhasil memenuhi kebutuhan tidur tersebut.
Kurangnya waktu tidur di malam hari dapat menyebabkan kantuk berlebih keesokan harinya. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, seseorang bisa mengalami kelelahan yang berkepanjangan.
Beberapa faktor umum yang menyebabkan kurang tidur antara lain jam kerja yang panjang atau tidak teratur, kewajiban pribadi, serta gangguan kesehatan tertentu.
- Narkolepsi
Narkolepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan kecenderungan untuk tertidur secara tiba-tiba dan di waktu yang tidak tepat.
Penderita narkolepsi umumnya merasakan kantuk yang berlebihan dan berkepanjangan sepanjang hari.
Sebagian besar penderita juga mengalami gejala tambahan, seperti kesulitan tidur di malam hari, kelumpuhan saat tidur, serta halusinasi.
- Depresi dan Stres
Depresi dan stres dapat memicu gangguan tidur, seperti rasa kantuk berlebihan di siang hari, tidur terlalu lama, atau tidur yang tidak berkualitas. Sebaliknya, gangguan tidur juga dapat memperburuk gejala depresi.
Penderita depresi umumnya mengalami kelelahan, baik secara umum maupun di siang hari.
Gejala lain yang sering muncul antara lain perasaan sedih, putus asa, cemas, sulit berkonsentrasi, dan kesulitan mengingat hal-hal kecil.
- Kurang Olahraga
Minimnya aktivitas fisik atau olahraga dapat berdampak negatif pada kebugaran sistem otot dan jantung, serta menurunkan suasana hati, yang pada akhirnya memicu rasa lelah dan kantuk.
Studi menunjukkan bahwa semakin rutin seseorang berolahraga, semakin besar kemungkinannya untuk merasa lebih bertenaga.
Aktivitas fisik juga terbukti efektif dalam mengurangi kelelahan yang disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker, gangguan autoimun, dan depresi.
Cara Mengatasi Rasa Kantuk Berlebih
Inilah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa kantuk yang berlebihan:
- Menghindari rokok, alkohol, dan minuman berkafein
- Olahraga secara teratur
- Mengonsumsi makanan bernutrisi
- Segera tidur ketika sudah merasa mengantuk
- Membuat jadwal paten untuk tidur
Dengan demikian, jika kamu merasa sering mengantuk dan bingung cara mengatasinya, maka lakukan cara di atas. Semoga bermanfaat! LINDA
Editor : Imron Arlado