JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Saat ini, para wanita bisa mengetahui dirinya hamil hanya dalam beberapa menit dengan menggunakan alat khusus bernama test pack yang dapat mendeteksi hormon hCG dalam urine.
Teknologi zaman sekarang yang modern dan canggih memungkinkan semua orang untuk melakukan apapun dengan praktis serta mendapat hasil yang akurat.
Namun, tahukah kamu bahwa ribuan tahun yang lalu sebelum masehi telah ditemukan metode tes kehamilan sederhana tanpa adanya alat yang canggih?
Jauh sebelum adanya laboratorium dan alat canggih ditemukan, tepatnya pada tahun 1350 sebelum masehi di Mesir kuno, masyarakat mesir kuno telah menemukan sebuah metode tes kehamilan yang unik dan canggih pada masanya.
Tes tersebut adalah metode tes yang paling awal yang tercatat dalam sejarah. Tanpa adanya alat medis dan laboratorium yang canggih, mereka menggunakan biji-bijian yang ada untuk tes kehamilan.
Informasi mengenai metode tes kehamilan ini ditemukan dalam dokumen-dokumen medis kuno yang berbahasa Hieratik atau sistem tulisan kursif yang digunakan oleh masyarakat Mesir kuno seperti Papirus Carlsberg dan Papirus Berlin yang berasal dari era kerajaan baru Mesir.
Naskah Papirus Carlsberg dan Papirus Berlin sendiri adalah sebuah naskah medis kuno yang menyimpan banyak pengetahuan lokal pada masa itu.
Para masyarakat mesir kuno yang berjenis kelamin wanita melakukan tes kehamilan ini dengan cara mereka mengumpulkan urinenya terlebih dahulu.
Setelah terkumpul, urine itu kemudian dituangkan ke dalam dua wadah yang masing-masing berisi biji gandum dan biji jelai atau biji barley.
Baca Juga: Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar Cari Bibit Atlet dan Sambut HUT Ke-80 Kemerdekaan RI lewat Pordes
Wadah tersebut harus disimpan dan diamati selama beberapa hari hingga setidaknya salah satu dari dua jenis biji-bijian bertunas.
Jika salah satu biji-bijian bertunas berarti seorang wanita itu positif hamil. Sebaliknya, jika kedua jenis biji-bijian tidak ada yang bertunas berarti seorang wanita itu negative hamil.
Tak hanya digunakan sebagai metode tes kehamilan, biji-bijian ini juga dapat menentukan seorang Wanita sedang mengandung anak laki-laki atau perempuan.
Seorang wanita dapat diketahui bahwa dirinya mengandung anak laki-laki ketika biji jelai yang tumbuh lebih dulu dibandingkan biji gandum. Sedangkan jika yang tumbuh lebih dulu adalah biji gandum, itu artinya seorang wanita sedang mengandung anak perempuan.
Namun, tidak ada catatan medis Mesir kuno yang secara spesifik menjelaskan mengapa biji gandum dapat memprediksi jenis kelamin bayi adalah perempuan dan biji jelai memprediksi jenis kelamin bayi adalah laki-laki.
Akan tetapi, dalam kepercayaan Mesir kuno biji jelai dan biji gandum memiliki makna simbolik yaitu:
- Biji Jelai
Biji Jelai sering dikaitkan dengan kekuatan, kemakmuran, dan maskulinitas. Terutama karena perannya sebagai bahan utama pembuatan bir dan makanan pokok serta hubungannya dengan dewa-dewa pertanian laki-laki.
Baca Juga: Lomba Tari Kreasi Tradisi se-Mojokerto Raya: Nomor Urut Telah Diundi, Peserta Siap Tampil
- Biji Gandum
Sementara biji gandum kerap kali dipandang sebagai lambang kesuburan, kehidupan, dan hubungan feminin di banyak budaya kuno yang mana hal itu berkaitan dengan perempuan.
Meskipun metode ini terdengar konyol dan mustahil, namun ternyata metode ala Mesir kuno ini memiliki penjelasan ilmiah setelah para ilmuwan modern pada tahun 1963 mencoba melakukan pengujian ulang metode ini secara modern.
Akurasi dari uji ulang metode ini mencapai angka 70% yang mana cukup tinggi untuk teknologi ribuan tahun yang lalu.
Uji ulang ini juga membuktikan bahwa hormon dalam urine wanita hamil terutama hormon estrogen dan hCG dapat mempercepat pertumbuhan biji lebih cepat.
Selain dipercaya dalam dunia kesehatan, metode ini juga sangat erat hubungannya dengan kepercayaan spiritualitas masyarakat Mesir kuno.
FANEZA
Editor : Imron Arlado