Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Aksi Minum Susu Bersama di Hari Jumat di SMPN 1 Mojosari

Fendy Hermansyah • Senin, 21 Juli 2025 | 15:10 WIB
KOMITMEN : Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa memberikan bantuan secara simbolis.
KOMITMEN : Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa memberikan bantuan secara simbolis.

Upaya Gercep Pemkab Mojokerto Tangani Stunting, Bentuk Generasi  Cerdas dan Berkarakter

PEMKAB Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Minum Susu Bersama di Sekolah setiap hari Jumat (SUJU) di berbagai sekolah dan madrasah. Kegiatan sebagai bentuk upaya cepat dalam menangani masalah stunting, SUJU digelar di SMPN 1 Mojosari, yang melibatkan ratusan siswa serta dihadiri oleh sejumlah  kepala OPD, Jumat (18/7) pagi.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa, memimpin delegasi yang hadir dengan didampingi istri Wakil Bupati Mojokerto, dr. Amelia Fitri Oktavian. Tampak hadir Kepala Dinas Kesehatan dr. Ulum Rohmad, Kepala Dinas Pendidikan Lutfi Ariyono, perwakilan Forkopimca Mojosari, Kepala Desa Seduri, guru-guru, dan organisasi masyarakat seperti PC ISNU serta tim kesehatan dari Puskesmas Mojosari dan Puskesmas Modopuro.

Siswa menyambut antusias kehadiran para tamu dengan tari tradisional dan yel yel suju dan SMPN 1 Mojosari dilanjutkan dengan senam dan minum susu bersama sebelum sesi sambutan dan edukasi. Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa, memberikan materi gaya hidup remaja, sedangkan  narasumber dari PC ISNU Kabupaten Mojokerto Ning Hj. Irfana Nurul Laili, MPd menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini. Panitia juga menggelar cek kesehatan dan cek mata gratis.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa saat menjadi narasumber menjelaskan stunting atau kekurangan gizi kronis memang masih menjadi kendala serius di Tanah Air. Kondisi  ini menjadi sebuah ancaman yang serius di masa depan, terutama pada kualitas sumber daya manusia (SDM), di Kabupaten Mojokerto. Dampak dari stunting tidak hanya mengganggu  pertumbuhan fisik anak, seperti tinggi badan dan berat badan, namun juga mengganggu pertumbuhan otak, yang kedepannya juga bisa mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, tentu hal tersebut akan mempengaruhi kualitas SDM di masa depan menjadi tidak maksimal. ’’Stunting bisa menyebabkan turunnya tingkat kecerdasan pada anak-anak kita, nanti generasi-generasi kedepan dikhawatirkan tidak mampu bersaing,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr. Ulum Rohmad Rokhmawan, menjelaskan, aksi SUJU ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penambahan gizi kepada murid-murid di usia anak hingga remaja. Pencegahan potensi stunting dinilai akan lebih efektif apabila sejak usia anak atau remaja, para calon ibu dan calon bapak di masa depan ini selalu tercukupi kebutuhan nutrisi dan gizinya. ’’Ini untuk pendampingan gizi anak-anak (murid-murid) kita yang ada di Kabupaten Mojokerto, dan sekaligus langkah kita (Pemkab) untuk mengurangi angka stunting,’’ jelasnya.

Menurutnya kegiatan SUJU ini menekankan pentingnya konsumsi makanan berprotein serta minum susu secara teratur untuk mendukung tumbuh kembang remaja. Ia menegaskan Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk meningkatkan gizi remaja sebagai investasi masa depan bangsa. ’’Pemkab melalui dinas kesehatan terus mempercepat Gerakan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (GERCEP) melalui program Suju atau minum susu di hari Jumat di sejumlah sekolah dan madrasah,’’ tandasnya.

Kepala SMPN 1 Mojosari Subai berterima kasih kepada Pemkab Mojokerto melalui dinas kesehatan karena telah menggelar acara SUJU di SMPN 1 Mojosari.  Melalui program ini diharapkan mencetak generasi unggul dan berprestasi. Mengingat, sejak dipimpin Subai, SMPN 1 Mojosari banyak sekali perubahan dan telah berhasil mengantarkan peserta didik untuk meraih berbagai prestasi akademik dan nonakademik. Capaian tersebut tak lepas dari komitmennya dalam mencanangkan branding school SMPN 1 Mojosari yakni Mencetak Gen Center atau Generasi Cendikia Berkarakter. ’’Kegiatan SUJU berjalan dengan tertib dan menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan bebas stunting,’’ ujarnya. (bas/fen)

 

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Pemkab Mojokerto #suju #dinkes kabupaten mojokerto #minum susu bersama #smpn 1 mojosari