JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Memendam emosi merupakan kebiasaan yang kerap dianggap sepele, padahal jika dilakukan terus-menerus dapat menimbulkan dampak serius, termasuk hilangnya sebagian memori masa lalu.
Emosi yang tertahan, terutama yang berhubungan dengan pengalaman traumatis, tidak hilang begitu saja melainkan terekam secara kompleks dalam otak dan berisiko mengganggu proses berpikir, terutama daya ingat seseorang.
Memendam Emosi dapat Mempengaruhi Memori
- Penurunan Fungsi Otak dan Memori
Menekan emosi secara terus-menerus dapat menggangu fungsi otak, khususnya bagian otak yang bertanggung jawab atas daya pikir dan penyimpanan memori.
Riset menunjukkan, individu yang sering menahan atau menekan emosinya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan daya ingat, bahkan hingga demensia, dibandingkan dengan mereka yang mampu mengekspresikan perasaannya.
Demensia adalah istilah umum yang menggambarkan sekumpulan gejala yang terjadi karena gangguan di otak, sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, berpikir, bertindak, serta mengelola emosi seseorang.
- Efek pada Proses Berpikir dan Daya Ingat
Energi emosional yang tersimpan dan tidak disalurkan dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan otak dalam memproses dan mengingat informasi dengan jernih.
Semakin sering seseorang memendam emosi, semakin besar kemungkinan mereka mengalami kesulitan mengenali serta mengingat detail masa lalu mereka.
Trauma dan Amnesia Disosiatif
- Trauma Psikologis Bisa Menghapus Memori
Trauma berat, terutama yang dialami di masa lalu dan tidak pernah diselesaikan, dapat mendorong otak untuk 'menghapus' atau memblokir sebagian memori yang berkaitan dengan pengalaman traumatis tersebut.
Ini dikenal sebagai amnesia disosiatif, yakni kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk mengingat informasi penting tentang dirinya atau peristiwa yang pernah dialaminya.
- Mekanisme Otak
Amnesia disosiatif terjadi karena otak secara tidak sadar berusaha melindungi diri dari rasa sakit emosional akibat trauma.
Penghalang ini membuat penderitanya tidak mampu mengingat potongan-potongan peristiwa terkait trauma, berbeda dengan lupa biasa yang terjadi karena faktor usia atau cedera kepala.
Dampak Lanjutan dari Menahan Emosi
- Meningkatkan risiko penyakit mental dan fisik, termasuk depresi, kecemasan, bahkan penyakit kronis.
- Penurunan kemampuan berpikir jernih dan gangguan kognitif yang berkepanjangan.
- Dalam kasus tertentu, orang yang menahan emosi berat akibat trauma bisa mengalami 'kehilangan' identitas sementara hingga kesulitan mengenali diri sendiri.
Memendam emosi, apalagi yang berkaitan dengan peristiwa traumatis, tidak hanya membahayakan kesehatan mental dan fisik, tapi juga dapat menyebabkan kehilangan sebagian memori masa lalu secara nyata.
Jika Anda kerap mengalami kesulitan mengingat peristiwa penting, terutama yang erat kaitannya dengan masa-masa sulit, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional agar dapat mengelola emosi dengan cara yang sehat dan produktif.
Devi
Editor : Imron Arlado