Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menjadi Penyakit Gen Z Masa Kini! Simak Faktor, Gejala dan Cara Pencegahan Pikun di Usia Muda

Imron Arlado • Sabtu, 5 Juli 2025 | 01:10 WIB
Menjadi Penyakit Gen Z Masa Kini, Simak Faktor, Gejala, dan Cara Pencegahan Pikun di Usia Muda
Menjadi Penyakit Gen Z Masa Kini, Simak Faktor, Gejala, dan Cara Pencegahan Pikun di Usia Muda

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pikun di usia muda atau yang dikenal sebagai demensia onset dini menjadi salah satu kondisi umum yang terjadi pada Gen Z saat ini. Banyak orang yang mengaitkan penyakit pikun hanya diderita oleh orang dengan usia lanjut.

Namun, ada beberapa faktor yang mampu menyebabkan seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat di usia muda. Berikut merupakan beberapa faktor penyebab pikun di usia muda.

  1. Genetik dari Keluarga

Faktor genetik dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami pikun di usia muda. Jika ada anggota keluarga yang mengalami demensia di usia muda, maka risiko individu tersebut juga meningkat.

  1. Infeksi Otak

Jika otak terkena infeksi seperti meningitis atau ensefalitis, otak akan mengalami peradangan. Hal tersebut akan memengaruhi fungsi kognitif otak yang berujung pada terjadinya penyakit pikun.

 

 

  1. Kekurangan Vitamin

Vitamin B1 atau B12 merupakan salah satu vitamin yang penting bagi kesehatan tubuh dan fungsi sistem saraf. Dalam sebuah penelitian, kekurangan vitamin tersebut pada tubuh dapat menyebabkan demensia dengan gejala pikun.

  1. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun merupakan penyakit yang menyerang jaringan sehat tubuh karena kesalahan sistem kekebalan tubuh yang mengenali mereka sebagai benda asing.

Beberapa penyakit autoimun seperti lupus sistemik, penyakit inflamasi otak (encephalitis), dan multiple sclerosis (sclerosis multipel) dapat menyerang otak sehingga terjadi gangguan kognitf.

  1. Stres dan Gaya Hidup

Stres dan depresi menjadi salah dua fenomena yang marak terjadi pada Gen Z. Kondisi ini biasanya muncul karena adanya tekanan dari pekerjaan, sekolah, hingga masalah dengan keluarga, teman, atau pasangan.

Hal ini memicu gangguan konsentrasi yang berujung pada penurunan daya ingat.

 

Baca Juga: Sering Dengar Wanita Bicara Seperti Anak Kecil? Ini Faktor Psikolinguistik yang sedang Dialaminya

Penurunan daya ingat yang berakibat kepikunan pada usia muda memiliki beberapa gejala yang nyata, yaitu:

  1. Gangguan mengingat, penderita akan mudah lupa nama orang, tempat, atau kejadian yang baru terjadi.
  2. Kesulitan berkonsentrasi dalam segala hal yang tengah dilakukan.
  3. Kesulitan memahami bahasa yang menyebabkan penderita sulit menemukan kata-kata yang tepat ketika berbicara.
  4. Perubahan perilaku dan kepribadian, penderita akan menjadi lebih pemarah dan mudah tersinggung.
  5. Sulit memuat keputusan dengan tepat dalam memecahkan masalah.

 

 

Meskipun kondisi sering lupa pada usia muda bisa jadi bukan pikun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala yang dialami semakin mengkhawatirkan. Dengan bantuan dokter, dapat ditentukan gejala dan penanganan yang tepat.

Cara mencegah pikun di usia muda:

  1. Melatih otak dengan bermain game, membaca, mencoba hal baru, atau mengikuti kursus yang dapat membantu menjaga fungsi kognitif.
  2. Olahraga teratur untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan otak.
  3. Mengelola stres dengan meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lain.
  4. Membuat pola makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan kaya akan vitamin B.
  5. Istirahat dengan cukup untuk membantu otak memproses informasi.
  6. Berinteraksi sosial untuk menjaga kesehatan mental dan mencegah depresi yang dapat memengaruhi daya ingat. FADYA
Editor : Imron Arlado
#pikun di usia muda #daya ingat #Gen Z #kesehatan mental #demensia