JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sejatinya setiap orang pasti pernah melakukan melamun. Terlebih lagi jika sedang dihadapkan sebuah masalah, termenung seringkali menjadi kunci untuk menghilangkan keresahan tersebut.
Dalam hitungan normal lama orang melamun hanyalah terjadi selama beberapa detik saja. Jika kamu termenung dalam waktu yang cukup lama bisa jadi itu terkena maladaptive daydreaming.
Secara umum maladaptive daydreaming merupakan situasi dimana seseorang akan sering menghabiskan waktu kesehariannya dengan melamun.
Baca Juga: Dinsos Mojokerto Usulkan Rp 8,5 Miliar untuk Pengadaan Lahan Sekolah Rakyat
Bahkan disaat dirinya mencoba untuk berhenti melamun, perasaan ingin kembali termenung akan datang secara tiba-tiba. Jika dibiarkan terlalu lama, hal itu akan berdampak kepada kegiatan sehari-hari kamu.
Penderita maladaptive daydreaming akan menjadi merenung sebagai pelarian dalam suatu hal. Bisa saja maladaptive daydreaming akan membuat seseorang kecanduan dan merasakan kebahagiaan ketika sedang melamun.
Maladaptive daydreaming akan mengganggu aktivitas, pola tidur, dan bahkan hilang fokus saat sedang berinteraksi dengan seseorang.
Baca Juga: Dikbud Kota Mojokerto Sebut Bakal Rembuk Bersama
Gejala Maladaptive Daydreaming
- Memiliki Keinginan Untuk Melamun
Sama halnya dengan seseorang yang sedang kecanduan obat-obat an, pengidap maladaptive daydreaming akan memiliki keinginan kuat untuk terus melamun.
Biasanya setelah menghabiskan waktu dengan melamun seseorang akan menyesali bahwa dirinya telah meninggalkan pekerjaan atau bahkan kewajiban yang harus ia kerjakan.
- Melamun dalam Waktu yang Lama
Seperti yang sudah kita bahas di atas, lama waktu normal seseorang melamun hanyalah hitungan detik saja. Jika ada seseorang yang melamun dalam hitungan menit atau bahkan beberapa jam, kemungkinan dirinya sedang mengidap maladaptive daydreaming.
- Isi Lamunan Terpicu dari Kehidupan Nyata
Dalam kehidupan sosial kita tidak bisa lepas dengan interaksi. Banyak topik pembicaraan yang sudah dibahas dalam lingkup sosial. Terkadang topik pembicaraan tersebut seringkali membayangi dirimu.
Pada akhirnya, kamu melamun dan terus membayangkan interaksi tersebut masih tetap berjalan. Bahkan seseorang bisa saja merasakan seolah-olah masih berada dalam peristiwa tertentu layaknya interaksi yang sebelumnya ia jalani.
Baca Juga: Puluhan Pelamar PPPK Kabupaten Mojokerto Terancam Gugur Lebih Awal
- Menciptakan Ekspresi saat Melamun
Renungan seringkali digunakan seseorang supaya bisa kembali fokus seperti, saat memikirkan jawaban, memikirkan jadwal harian, atau bahkan suatu hal yang kita lupakan. Pastinya ketika merenung raut wajah seseorang masih terlihat datar tanpa berekspresi.
Namun, penderita maladaptive daydreaming akan menciptakan ekspresi saat ia melamun. Ia telah hanyut dalam isi khayalan yang ia buat. Layaknya membayangkan sebuah peristiwa bahagia dalam renungannya dan seolah-olah menjadi kenyataan. LAILA
Editor : Imron Arlado