Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kasus TBC di Kota Mengkhawatirkan

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 17 Juni 2025 | 15:00 WIB
warga-kota-pengidap-tbc-terus-meningkat
warga-kota-pengidap-tbc-terus-meningkat

Hingga Pertengahan Tahun Ini, 322 Warga Terjangkit

 KOTA – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Mojokerto mengkhawatirkan. Sepanjang tahun lalu, penyakit menular itu telah menjangkiti 869 warga. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 14,7 persen dari periode sebelumnya. Dinas Kesehatan

PPKB Kota Mojokerto mencatat tren peningkatan kasus TBC setidaknya sejak dua tahun terakhir. Dari 757 kasus sepanjang 2023, jumlahnya naik menjadi 869 kasus atau melonjak 14,7 persen pada 2024.

 Adapun sejak Januari 2025 sampai pertengahan tahun ini sudah terdapat 322 kasus TBC. Jumlah warga yang mengidap penyakit mematikan ini masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun nanti. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan, angka kasus TBC secara nasional memang masih tinggi.

 Kondisi tersebut membuatnya prihatin, sehingga penanganan penyakit tidak lagi hanya difokuskan pada penemuan kasus. ”Kita harus fokus pada proses penyembuhan yang tuntas,” katanya dalam rapat lintas sektoral terkait eliminasi TBC dan pengendalian DBD bersama pejabat teras dan lurah di Balai Kota Mojokerto, Kamis (12/6).

 Menurutnya perempuan yang karib disapa Ning Ita, ini jumlah kasus TBC bukanlah tantangan terbesar. Dia menegaskan, pekerjaan terberat justru ada pada upaya memastikan setiap pasien mendapat pengobatan dan sembuh secara total. Karena itu, dirinya mendorong tenaga kesehatan, kader motivator, serta keluarga pasien mendampingi proses penyembuhan penderita sampai tuntas. ”Penyakit TBC butuh pengobatan selama enam bulan penuh tanpa henti. Ini bukan tugas yang ringan, butuh pendekatan yang sabar dan persuasif,” ucap Ning Ita.

 Di sisi lain, Ning Ita menganggap kesadaran masyarakat dalam mencegah TBC yang disebabkan infeksi bakteri masih rendah. Karena itu, lanjut dia, perilaku menjaga lingkungan dan upaya lain dalam menangkal penyakit yang menyerang paru-paru ini perlu ditingkatkan. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Dinas Kesehatan (Dinkes) #tuberculosis (TBC) #penyakit menular #Kota Mojokerto