JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kamu mungkin pernah mengalami, seharian punya waktu luang, tapi rasanya cuma ingin rebahan, scroll media sosial, dan tidak ingin melakukan apa-apa. Niat ingin lebih produktif, tapi badan terasa berat dan mager total.
Perlu diwaspadai, jika kamu beberapa kali merasakan hal ini, bisa jadi kondisi ini bukan sekedar malas biasa, namun sinyal bahwa mental kamu sedang mengalami burnout.
Burnout mental tidak hanya terjadi pada individu yang bekerja keras tanpa henti. Kondisi ini bisa juga terjadi pada semua orang, apalagi adanya teknologi yang menuntut serba cepat dan menciptakan tekanan dari ekspektasi sosial tentunya hal ini akan menguras banyak energi.
Akibatnya, meski tubuhmu tidak banyak melakukan aktivitas yang padat bahkan banyak beristirahat, mental akan tetap lelah sehingga mager bisa menyerang.
Kenali kondisi burnout
Dilansir dari Siloam Hospitals, burnout adalah keadaan ketika seseorang merasa terlalu lelah, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Saat sedang dalam kondisi ini seseorang cenderung kehilangan minat dan motivasi untuk melakukan suatu kegiatan atau aktivitas yang sebelumnya dianggap penting baginya.
Baca Juga: Stres Berkepanjagan? Bisa Jadi Anda Alami Burnout, Simak Cirinya
Ciri-ciri tubuhmu sedang burnout
- Semangat dan minat untuk melakukan aktivitas menghilang
- Benci dengan aktivitas yang sedang dikerjakan
- Tiba-tiba merasa tidak berharga
- Mudah marah
- Lebih memilih untuk tertutup dengan lingkungan sosial
- Mudah terserang sakit
- Pusing bahkan sampai sakit kepala
Cara mengatasi burnout
Kondisi ini bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang, karenanya perlu bagi kamu yang sedang mengalami burnout untuk mengatasi agar tidak mengancam aktivitasmu.
- Jaga hidup agar lebih seimbang, berikan batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan agar keduanya lebih seimbang atau work life balance.
- Lakukan secara rutin evaluasi kegiatan yang sudah kamu lalui, lakukan evaluasi dari kegiatan yang sudah kamu lakukan, dan bersikap realistis terhadap hidup.
- Cobalah lebih terbuka dengan berbagi cerita kepada orang terdekat, jangan kamu menyimpan semuanya sendiri.
- Terapkan gaya hidup yang sehat dengan melakukan tidur yang cukup, rutin berolahraga, konsumsi makanan yang bergizi, terakhir cobalah untuk rutin melakukan teknik relaksasi.
- Datang ke psikolog atau psikiater.