Jawa Pos Radar Mojokerto - Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terkadang seseorang merasakan rasa cemas dan takut, terlebih lagi dengan kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Contohnya adalah ketika melakukan interview pekerjaan atau melakukan pidato di sebuah panggung.
Perasaan gugup dan cemas akan hal pertama kali dilakukan termasuk hal yang wajar. Tetapi, rasa cemas dan gugup tersebut dapat menjadi sebuah masalah ketika mengganggu aktivitas sehari-hari kita.
Rasa cemas dan takut yang muncul secara berlebihan tersebut dinamakan anxiety. Apa itu anxiety? berikut penjelasan lengkapnya!
Pengertian Gangguan Kecemasan atau Anxiety Disorder
Gangguan kecemasan atau memiliki nama anxiety disorder merupakan istilah untuk rasa cemas dan takut yang tidak terkendali dan berlebihan. Rasa cemas atau anxiety akan muncul ketika mendapatkan berita buruk atau akan menghadapi sebuah situasi yang dirasa sangat sulit.
Kemunculan rasa anxiety tidak dapat dikendalikan, anxiety dapat muncul tanpa sebab yang jelas, karena hal tersebut termasuk gangguan kecemasan.
Anxiety dapat menyebabkan seseorang tidak bersemangat melakukan hal-hal yang ia biasa lakukan, termasuk aktivitas favoritnya.
Selain itu, anxiety disorder akan memberikan efek dengan jangka panjang atau kurun waktu yang tidak diketahui. Mereka yang memiliki anxiety disorder akan membuat penderitanya secara cepat kehabisan energi, seperti mudah lelah dan emosi.
Faktanya, dalam data Kementrian Kesehatan RI, gangguan kecemasan atau anxiety disorder menempati peringkat 2 dari 10 sebagai penyakit paling banyak yang diderita oleh warga Indonesia dari tahun 1990 - 2017.
Penyebab Terkena Anxiety Disorder
Anxiety disorder yang membuat penderitanya merasakan gangguan kecemasan ini memiliki beberapa faktor yang membuat penderitanya terkena anxiety disorder. Berikut adalah beberapa penyebab terkena anxiety disorder:
- Faktor genetik. Keluarga yang pernah mengalami anxiety disorder lebih rentang menurun kepada generasi selanjutnya. Sehingga, faktor genetik lebih mudah terkena anxiety disorder.
- Faktor hormon. Hormon yang tidak stabil dalam otak dan pikiran membuat denyut nadi dan pernapasan bekerja secara cepat sehingga membuat mudah cemas dan takut.
- Faktor lingkungan. Lingkungan yang toxic dapat dengan mudah memicu stres dan ketakutan berlebihan, seperti lokasi dimana terjadinya kekerasan, kecelakaan, dan pelecehan.
- Mengkonsumsi rokok berlebihan dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
- Mengkonsumsi minum-minuman berkafein atau kopi terlalu banyak yang menyebabkan cara kerja jantung melemah.
- Kondisi badan yang tidak stabil, seperti memiliki penyakit jantung dan paru-paru.
Gejala Anxiety Disorder
Rasa cemas yang muncul secara tiba-tiba karena menghadapi situasi atau suatu hal yang baru dapat menimbulkan stres yang normal. Tetapi, orang-orang yang memiliki rasa cemas berlebihan akan memiliki beberapa ciri-ciri atau gejala anxiety dibawah ini:
Terdapat beberapa cara untuk mengatasi atau mencegah terkena anxiety disorder. Berikut adalah beberapa cara mengatasi anxiety disorder:
Baca Juga: Bukan Cuma Cantik dari Luar, 7 Rutinitas Self-Care ini Bakal Bantu Kamu Menjaga Kesehatan Mental!
- Istirahat atau tidur dengan waktu yang cukup
- Tidak mengonsumsi kafein yang berlebihan
- Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang
- Mengelola stres dengan cara meditasi atau yoga
- Mencoba brainstorming atau bertukar pikiran dengan teman
- Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin
RENO
Editor : Imron Arlado