Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Stres Bikin Berat Badan Naik? Pahami Emotional Eating yang Tanpa Disadari Bikin Nafsu Makan Meningkat

Lailiyah Mas’udah • Kamis, 22 Mei 2025 | 20:23 WIB

Stres Bikin Berat Badan Naik? Pahami
Stres Bikin Berat Badan Naik? Pahami

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Beberapa orang beranggapan saat sedang stres nafsu makan akan menurun, apakah anggapan ini benar atau hanya mitos?

Saat sedang stres, tanpa disadari tubuh meningkatkan nafsu makan dikarenakan hormon kortisol yang dikeluarkan oleh tubuh. Namun, perlu diingat reaksi yang ditimbulkan oleh tubuh akan berbeda.

Ada yang dapat mempengaruhi berat badan sehingga makin meningkat, ada juga yang mempengaruhi berat badan makin menurun. Faktor ini disebut dengan istilah emotional eating atau makanan emosional. 

Dikutip dari hellosehat.com ketika kita mengguanakan sebagai cara untuk mengatasi emosi kita, bukan makan karena kita lapar itu disebut dengan emotional eating. Tentunya hal ini dikarenakan tubuh sedang merespon stres, marah, sedih, dan lainnya. Tujuan dari makan saat kondisi seperti ini adalah untuk menenangkan emosi pada diri.

Tak heran jika saat sedang dalam kondisi emosional yang tidak stabil tubuh akan merasa mudah lapar. Jika secara tidak sadar kondisi ini secara terus-menerus berlangsung akan mempengaruhi berat badan, kesehatan tubuh maupun mental.

 

Mengenal Emotional Eating dan Respon Terhadap Tubuh

Kondisi ini merupakan respon yang dihasilkan tubuh terhadap perasaan, yang bukan dikarenakan kebutuhan energi tubuh. Emosi yang paling sering menjadi pemicu adalah stres, sedih, bosan, kesepian, marah, atau bahkan cema.

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren, Kenali Sustainable Living Penting untuk Gen Z! 5 Alasan ini Salah Satunya Selamatkan Masa Depan Bumi

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tubuh yang merespons pelepasan hormon kortisol akan menjadikan kita mudah lapar. Tentunya jika semakin dibiarkan akan meningkatkan tinggi gula dan lemak pada tubuh. 

Hal ini dikarenakan makanan memberikan respon atau rasa nyaman dan memicu pelepasan dopamin (hormon senang), sehingga menciptakan ketergantungan emosional.

 

Ciri-Ciri Tubuh Terjebak Emotional Eating

 

Strategi Diet Tanpa Beban Mental untuk Atasi Emotional Eating

Jangan atasi permasalahan ini dengan diet yang ketat dan menyiksa. Berikut beberapa cara yang dapat digunakan.

  1. Kenali terlebih dulu pemicu emosionalnya
  2. Temukan alternatif lain selain makan
  3. Praktikkan mindful eating (makan dengan kesadaran penuh)
  4. Kelola stres dengan efektif
  5. Prioritaskan nutrisi, bukan kalori
  6. Cari dukungan dan bantuan profesional

 

Editor : Imron Arlado
#Emotional Eating #stres #nafsu makan #berat badan naik