Jawa Pos Radar Mojokerto - Di era digital ini, banyak istilah-istilah baru yang beredar dalam media sosial. Salah satunya adalah istilah gaslighting. Kalian tentu sudah tidak asing dengan istilah gaslighting. Namun, apa itu gaslighting?
Perasaan ragu dan mempertanyakan diri sendiri dengan cara melemahkan psikologis korban, itu adalah pengertian kecil dari gaslighting.
Korban akan dibuat mempertanyakan realitas atau kebenaran yang terjadi yang mengakibatkan korban mengalami kecemasan dan depresi. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini!
Apa Itu Gaslighting?
Gaslighting adalah kekerasan yang menyerang secara psikologis atau pikiran, teknik ini memanipulasi psikologis secara halus tetapi merusak pikiran. Gaslighting membuat korbannya ragu dan cemas kepada dirinya sendiri.
Gaslighting dapat ditunjukkan mulai dari hal-hal kecil, seperti berbohong, mengingkari janji, dan mengubah detail kecil di setiap cerita sehingga korban tidak langsung menyadarinya.
Kondisi korban gaslighting dapat berdampak serius pada fisik dan psikis seseorang. Kacaunya, perilaku gaslighting dapat mengendalikan dan menguasai korban baik secara emosi maupun tindakan.
Baca Juga: Jelang Laga Timnas Indonesia vs China, Pelatih China Sebut Timnas Indonesia Bukan Tim yang Kuat
Gaslighting hampir mirip dengan perilaku love bombing dimana keduanya sama-sama perilaku toxic relationship dalam sebuah hubungan.
Gaslighting kerap terjadi pada hubungan pernikahan, tetapi perilaku ini juga dapat terjadi di dalam hubungan pertemanan, pekerjaan, hingga lingkungan keluarga.
Penyebab Pelaku Melakukan Gaslighting
Seseorang melakukan gaslighting biasanya hanya untuk kekuasaan dan kesenangan kepada orang lain. Mereka ingin mengontrol kehidupan orang lain.
Tetapi, terdapat penyebab lain jika seseorang melakukan gaslighting. Berikut adalah beberapa penyebab seseorang melakukan gaslighting:
- Ingin mendapatkan kesenangan pribadi
- Menjaga harga diri
- Ingin membuat korban bergantung pada dirinya
- Ingin mendominasi dalam suatu hubungan atau tindakan
- Menghindari masalah
Tanda-Tanda Gaslighting
Terdapat beberapa tanda-tanda jika seseorang melakukan gaslighting. Berikut adalah tanda-tanda seseorang melakukan gaslighting:
- Menuduh korban bahwa emosi berlebihan atau over reacting
- Meremehkan emosi korban
- Menolak ajakan jika si korban melakukan diskusi
- Menyangkal atau mengelak semua tuduhan yang diberikan korban
- Membuat orang lain percaya bahwa korban mudah bingung dan sering mengada-ada
- Pelaku akan mengalihkan topik jika si korban berbicara tentang topik yang sensitif
Korban dari pelaku gaslighting juga akan menunjukkan beberapa tanda-tanda seperti berikut:
- Sering cemas dan tidak percaya diri
- Merasa sulit untuk mengambil keputusan
- Sering meminta maaf
- Selalu membela pasangan yang bersikap gaslighting
- Merasa dirinya sensitif
- Memiliki pribadi atau sikap yang berbeda dari sebelumnya
- Tidak mau memberikan informasi seputar
Cara Menangani atau Mengatasi Perilaku Gaslighting
Meski sulit untuk menangani gaslighting. Tetapi, terdapat beberapa cara agar dapat menghindar atau menangani perilaku gaslighting. Berikut adalah beberapa cara mengatasi perilaku gaslighting.
1. Kenali Perilaku Gaslighting
Untuk dapat menghindari gaslighting, pertama harus mengenali tanda-tanda gaslighting seperti diatas. Maka dari itu, kita harus tetap waspada kepada seseorang yang mau memanipulasi dan meragukan diri korban.
2. Mengumpulkan Bukti Gaslighting
Agar dapat mengetahui apa yang terjadi, dokumentasikan segala hal interaksi dengan pelaku. Sehingga, saat ia menyangkal pernyataannya, kalian mempunyai bukti yang kuat untuk membuatnya benar.
3. Menciptakan Batasan dengan Sang Pelaku
Buatlah perbatasan interaksi dengan sang pelaku. Cara ini dapat dilakukan dengan membatasi percakapan atau menjauh dari pelaku saat pelaku mulai membuatmu cemas.
4. Hindari Perdebatan dengan Sang Pelaku
Pelaku gaslighting akan terus mencoba untuk membuat korban merasa bersalah. Jika korban terus berusaha menyangkal dan membuktikan kebenarannya, maka akan membuat frustasi. Maka dari itu, sebaiknya lebih baik menghindari perdebatan dengan pelaku gaslighting.
5. Mencintai Diri Sendiri atau Love Myself
Menjadi korban gaslighting dapat menguras fisik dan emosi kita. Maka dari itu, kita harus mencintai diri kita sendiri untuk mengurangi stres yang ada. Misalnya, melakukan kegiatan yang kita sukai dan makan apa yang kita senangi.
RENO
Editor : Imron Arlado