Jawa Pos Radar Mojokerto - Memiliki rasa curiga sebetulnya tidak salah, tetapi rasa curiga menjadi masalah ketika terlalu berlebihan.
Jika di sekitar kalian terdapat orang memiliki kecurigaan yang berlebihan, bisa jadi orang tersebut mengalami gangguan kepribadian paranoid. Lalu, apa itu gangguan kepribadian paranoid? simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Pengertian Gangguan Kepribadian Paranoid
Paranoid merupakan gangguan kepribadian tipe A. Gangguan kepribadian paranoid adalah gangguan psikologis yang membuat seseorang memiliki rasa curiga dan rasa takut yang berlebihan.
Mereka yang mengalami gangguan kepribadian paranoid akan sulit untuk mempercayai orang lain dan memiliki pola pikir yang berbeda dengan yang lain.
Gangguan kepribadian paranoid terjadi cukup sering dan umum di sekitar kita, dapat terjadi bagi para pria maupun wanita. Tidak tiba-tiba mengalami paranoid, orang yang mengalami paranoid biasanya berkembang pada usia anak-anak dan usia menjelang remaja.
Mereka yang mengalami gangguan kepribadian paranoid cenderung sulit untuk terbuka pada orang lain karena rasa takut yang berlebihan. Mereka menganggap orang lain akan mengancam keselamatan dan kehidupan dirinya. Hal ini menyebabkan mereka sulit untuk berinteraksi sosial atau menjalani kehidupan sosial.
Penyebab terjadinya gangguan kepribadian paranoid belum diketahui hingga saat ini. Namun, mereka dapat ke psikiater atau psikolog untuk mengurangi gejala dan mengikuti terapi.
Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid
Sampai sekarang belum pasti penyebab gangguan kepribadian paranoid. Tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan kepribadian paranoid. Berikut adalah beberapa penyebab gangguan kepribadian paranoid:
- Faktor genetik. Faktor genetik akan menjadi penyebab utama jika terkena paranoid. Karena, orang tua yang mengalami paranoid akan menurunkan sifat seperti itu kepada anaknya.
- Stres yang berlebihan. Tingkat stres yang berlebih dapat membuat seseorang menerka-nerka tentang sifat seseorang, hingga rasa curiga dan takut yang berlebihan muncul.
- Peristiwa traumatis. Masa lalu yang kelam bagi seseorang dapat membentuk kepribadian paranoid. Peristiwa traumatis contohnya adalah kekerasan fisik dan pelecehan.
- Mengonsumsi obat-obatan terlarang atau NAPZA.
- Mengalami gangguan mental tertentu, seperti depresi.
- Kurangnya tidur atau memiliki gangguan insomnia berat.
Baca Juga: Suka Menimbun Barang Bekas? Waspadai Anda Alami Hoarding Disorder. Ketahui Ciri-Ciri dan Penyebabnya
Gejala Gangguan Kepribadian Paranoid
Gejala utama pada seseorang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid adalah takut dan selalu curiga jika orang lain menyakiti akan menyakiti atau berbuat jahat kepada dirinya. Selain itu, terdapat beberapa gejala yang terjadi pada orang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid, seperti berikut:
- Ketika menjalin sebuah hubungan dengan seseorang, mereka akan khawatir jika orang tersebut memiliki motif tersembunyi.
- Ketika didekati oleh seseorang, mereka meragukan kesetiaan orang tersebut.
- Sulit untuk menceritakan masalah kepada orang lain, bahkan orang terdekatnya sekalipun.
- Sering menyimpan dendam dan cenderung sulit jika harus memaafkan kesalahan orang lain.
- Ketika dikritik seseorang, mereka akan enggan untuk menerimanya.
- Memiliki kecenderungan menyendiri dan menjaga jarak dengan orang lain.
- Ketika sedang berdebat dalam sebuah masalah, mereka akan menganggap dirinya sendiri selalu benar.
- Sering menanggapi perkataan orang lain dengan terburu-buru dan nada emosi.
- Sulit untuk bekerja dengan orang lain.
Cara Mencegah Gangguan Kepribadian Paranoid
Meskipun paranoid sulit untuk dikelola, tetapi terdapat beberapa cara yang dapat agar meminimalisir risiko terjadinya gangguan kepribadian paranoid, yaitu:
- Mengelola stres dengan baik
- Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol berlebihan
- Menerapkan pola hidup sehat
- Tidur secara teratur
- Memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan orang-orang di sekitar
- Berolahraga secara rutin. RENO
Editor : Imron Arlado