JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hoarding Disorder merupakan gangguan psikologis yang penderitanya sering kali memiliki perilaku gemar menimbun barang dan merasa kesulitan untuk membuang atau berpisah dengan barang tersebut.
Penderita gangguan ini biasanya menimbun barang yang dianggapnya akan berguna suatu saat nanti. Namun, barang timbunan tersebut justru sering kali menjadi tidak terpakai dalam kurun waktu yang lama.
Kebiasaan ini akan menjadi hal yang serius ketika seseorang telah menyimpan barang bekas terlalu banyak.
Pasalnya, hoarding disorder bukan hanya kebiasaan atau perilaku, melainkan gangguan mental yang serius.
Untuk mengetahui informasi lebih jelas terkait hoarding disorder, simak penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri dan penyebabnya.
Ciri-Ciri Hoarding Disorder
Gangguan Hoarding biasanya akan semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia, selain itu tumpukan barang bekas yang semakin banyak juga menjadi faktor kuat dalam kondisi penderita gangguan ini.
- Kesulitan membuang barang dan merasa perlu menyimpannya
- Menyimpan terlalu banyak barang yang tidak diperlukan
- Sulit berpisah atau membuang barang-barang tersebut
- Kesulitan dalam perngorganisasian, termasuk mengorganisir barang
Penderita hoarding disorder cenderung memiliki keterikatan emosional dengan barang yang mereka timbun, sehingga kebanyakan dari mereka merasa kesulitan untuk membuang (memisahkan diri) dari barang tertentu.
Sebagian besar penderita menganggap bahwa barang yang disimpan tersebut dapat memberikan rasa nyaman dan aman.
Penyebab Hoarding Disorder
Penyebab kondisi gangguan ini belum diketahui pasti, namun terdapat sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu meningkatnya risiko kondisi ini.
- Gangguan mental, seperti stres, depresi, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD)
- Riwayat keluarga penderita hoarding disorder
- Menganggap barang tersebut akan berguna atau berharga suatu saat nanti
- Barang sebagai pengingat momen atau kenangan dengan seseorang, tempat, dan peristiwa
- Tidak diajarkan cara memilah barang
Solusi
Penderita hoarding disorder dapat diatasi dengan psikoterapi serta obat-obatan. Selain itu, pengelolaan terapi perilaku dan dukungan dari lingkungan sekitar dapat menjadi faktor meningkatnya kualitas hidup individu penderita gangguan ini.
Konsultasi dengan psikiater profesional juga membantu kelancaran pengobatan penderita sesuai kebutuhan.
DINDA
Editor : Imron Arlado