Jawa Pos Radar Mojokerto - Tidak semua orang suka keramaian atau berinteraksi sosial. Kebanyakan orang berpikir jika seseorang seperti itu memiliki jiwa introvert atau suka menyendiri.
Mereka yang tidak suka berinteraksi sosial bisa saja sedang mengalami gangguan kepribadian skizoid. Lalu, apa itu gangguan kepribadian skizoid? simak penjelasannya di bawah!
Pengertian Gangguan Kepribadian Skizoid
Skizoid merupakan gangguan kepribadian atau personality disorder tipe A. Gangguan kepribadian skizoid adalah gangguan psikologis dimana seseorang tidak peduli dan tidak suka dengan kehidupan sosial.
Mereka yang mengalami gangguan kepribadian skizoid akan sulit untuk mengekspresikan emosi mereka.
Gangguan kepribadian skizoid akan memiliki kondisi atau sifat yang cenderung dingin dan sulit untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Karena skizoid adalah gangguan kepribadian tipe A yang di mana tipe ini adalah perilaku yang tidak biasa.
Gangguan kepribadian skizoid akan memiliki perilaku yang disfungsional kronis atau dalam jangka panjang. Hal tersebut akan menyebabkan masalah sosial yang tidak lazim dan tidak fleksibel.
Mereka yang mengalami gangguan kepribadian skizoid akan selalu menyendiri, menjaga jarak dengan orang lain, dan tidak peduli dengan sekitar. Mereka tidak sadar bahwa kepribadian yang seperti itu sangat bermasalah dan tidak biasa.
Penyebab Gangguan Kepribadian Skizoid
Gangguan kepribadian skizoid cukup sulit untuk dipahami. Meskipun belum diketahui penyebab gangguan kepribadian skizoid, tetapi ini adalah beberapa faktor yang memungkinkan untuk terjadinya gangguan kepribadian skizoid:
- Faktor genetik. Mereka yang mengalami skizoid pasti menurun dari orang tuanya. Sehingga faktor genetik menjadi penyebab utama seseorang mengalami skizoid.
- Peristiwa trauma. Kesalahan pada masa lalu membuat mereka mengalami skizoid. Peristiwa seperti di bullying atau mengalami kekerasan dapat membuat seseorang mengalami skizoid atau takut akan interaksi sosial.
- Lingkungan sosial. Kurangnya interaksi sosial saat kecil juga dapat menyebabkan seseorang mengalami skizoid atau takut dengan keramaian.
- Penyalahgunaan obat-obatan. Mereka yang mengkonsumsi obat-obatan seperti narkoba, sabu-sabu maupun ganja dapat meningkatkan seseorang terkena skizoid.
- Pola asuh orang tua yang salah. Orang tua yang bersikap dingin dan tidak interaktif kepada anaknya lebih rentan mengalami gangguan kepribadian skizoid.
Gejala Gangguan Kepribadian Skizoid
Adapun beberapa gejala yang ditunjukkan seseorang yang mengalami gangguan kepribadian skizoid. Beberapa gejala tersebut yaitu:
- Mereka menghindari keramaian dan aktivitas sosial
- Lebih senang melakukan segala hal sendirian
- Memiliki teman dekat yang sedikit, bahkan cenderung tidak udak punya
- Jarang menjalin hubungan dengan seseorang
- Terlalu tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya
- Sangat sulit untuk mengekspresikan emosi mereka, baik senang, sedih, maupun sakit
- Tidak terlalu memperdulikan omongan atau kritik dari orang lain
- Tidak memiliki tujuan yang jelas
- Tidak mudah tertarik dengan orang lain
Cara Mencegah Gangguan Kepribadian Skizoid
Meskipun sulit untuk mengontrol kemauan kita, tetapi terdapat beberapa cara agar meminimalisir terjadinya gangguan kepribadian skizoid. Beberapa caranya sebagai berikut:
- Mengelola stres dan tidak mudah berpikiran negatif
- Memiliki pola hidup yang sehat
- Rutin melakukan relaksasi, seperti yoga dan meditasi
- Tidak mengkonsumsi zat adiktif, seperti alkohol, narkoba, ganja dan yang lainnya
- Mencoba berbaur dengan sesama untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri
- Mulai berpikir positif
- Menggunakan waktu senggang untuk kegiatan positif
Itulah pengertian, penyebab, gejala, dan cara mencegah gangguan kepribadian skizoid. RENO
Editor : Imron Arlado