Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Angka Bebas Jentik Rendah, Kasus DBD Bertambah

Rizal Amrulloh • Sabtu, 17 Mei 2025 | 16:10 WIB

PUTUS PENYEBARAN: Petugas Dinkes PPKB Kota Mojokerto saat melakukan fogging di Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, kemarin (16/5).
PUTUS PENYEBARAN: Petugas Dinkes PPKB Kota Mojokerto saat melakukan fogging di Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, kemarin (16/5).
 

Dinkes PPKB Lakukan Fogging di Kelurahan Wates

 KOTA - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mojokerto bertambah. Kemarin (16/5), fogging alias pengasapan dilakukan di Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, setelah seorang warga positif terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

 Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Kota Mojokerto Citra Mayangsari mengungkapkan, fogging dilakukan karena ditemukan satu kasus posistif DBD.

Di samping itu, angka bebas jentik (ABJ) di lingkungan penderita juga rendah. ”ABJ-nya kurang dari 95 persen dan ada dua atau tiga warga yang mengalami demam  mirip DBD. Sehingga kita lakukan fogging supaya tidak terjadi penularan,” ungkapnya.

 Temuan kasus DBD ini dilaporkan pada awal Mei lalu. Citra menyatakan, kondisi pasien kini sudah membaik setelah mendapat perawatan di fasilitas kesehatan. ”Hanya satu yang positif DBD, tapi kita tetap harus waspada,” papar dia. Apalagi, rendahnya AJB menjadi warning karena terjadinya perkembangbiakan nyamuk. Oleh sebab itu, Citra mengimbau warga untuk menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

 Sebab, fogging hanya memberantas penyebaran nyamuk dewasa. ”Ada beberapa wilayah yang ABJ-nya memang kurang dari 95 persen. Itu merupakan notifikasi bahwa masih ada jentik, sehingga harus dilaksanakan 3M (menguras, menutup, mengubur) plus,” tandasnya.

 Dengan temuan kasus di Kelurahan Wates tersebut, jumlah kasus DBD di Kota Mojokerto menjadi bertambah. Dinkes PPKB mencatat, terhitung mulai Januari sampai pertengahan Mei ini sudah ada lima warga yang terpapar DBD. ”Total ada lima kasus positif DBD, termasuk yang di Wates,” pungkas Citra. (ram/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#pengasapan #Fogging berantas DBD #kasus demam berdarah #Angka Bebas Jentik #Kota Mojokerto #Dinkes PPKB kota mojokerto