Jawa Pos Radar Mojokerto - Sifat alami manusia adalah di mana mereka sebagai makhluk sosial yang berbaur dan tidak lepas dari orang-orang disekitarnya. Seperti makhluk sosial pada umumnya, kita sebagai manusia juga membutuhkan manusia lain untuk saling menolong dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari kita.
Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan atau pertolongan dari orang lain. Tetapi, hal tersebut menjadi masalah ketika kita bergantung dan selalu meminta tolong secara berlebihan. Mereka akan merasa cemas dan takut ketika tidak ada orang yang bisa dimintai tolong. Mereka yang memiliki kepribadian seperti itu bisa saja terkena gangguan kepribadian dependen.
Lalu, apa itu gangguan kepribadian dependen? Berikut penjelasannya!
Penjelasan Gangguan Kepribadian Dependen
Gangguan kepribadian dependen atau dependent personality disorder (DPD) merupakan gangguan kepribadian seseorang yang tidak bisa mandiri dan selalu bergantung pada orang lain.
Mereka yang memiliki gangguan ini akan selalu merasa cemas jika tidak ada orang yang bisa dimintai tolong dan melakukan segala hal secara sendirian.
Gangguan kepribadian dependen membuat penderitanya sangat bergantung dan sangat perlu diperhatikan oleh orang lain. Mereka yang memiliki kepribadian dependen akan mengalami dalam jangka waktu yang lama, bisa dari anak-anak hingga proses menuju dewasa.
Gangguan kepribadian dependen merupakan jenis gangguan kepribadian dalam kelompok “Cluster C”. Di mana mereka yang mengalami ini akan merasakan takut dan cemas yang berlebih hingga dapat membahayakan nyawanya sendiri.
Berikut adalah penyebab-penyebab terjadinya gangguan kepribadian dependen
Penyebab Gangguan Kepribadian Dependen
Hingga saat ini, penyebab gangguan kepribadian dependen belum tentu diketahui dengan pasti. Tetapi, gangguan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut adalah emosional, biologis, lingkungan, dan psikologis secara bersamaan.
Baca Juga: Mojosari Dipilih sebagai Pusat Pemerintahan Baru
Selain itu, terdapat beberapa faktor kondisi yang menyebabkan gangguan kepribadian dependen ibu muncul, sebagai berikut:
- Trauma masa kecil. Mereka yang memiliki trauma masa kecil, seperti kekerasan dan bullying akan merasa sangat cemas dan takut. Hal tersebut membuat mereka selalu ingin meminta bantuan dari orang lain.
- Faktor genetika. Penyebab utama gangguan kepribadian dependen adalah genetik. Orang tua yang memiliki kepribadian dependen, akan beresiko lebih tinggi menurun kepada anaknya, begitu seterusnya.
- Pengaruh budaya. Beberapa orang mengalami dependent personality disorder dikarenakan pengaruh budaya yang mengharuskan ketergantungan atau sebuah kekuasaan yang otoritas.
- Pola asuh yang salah. Memanjakan anak tidak sepenuhnya salah. Hal tersebut bisa menjadi kesalahan jika anak terus-menerus meminta bantuan orang tua dan orang tua tidak menyuruhnya untuk mencoba menyelesaikan sendiri dahulu.
Gejala Gangguan Kepribadian Dependen
Gejala umum pada penderita gangguan kepribadian dependen adalah mereka selalu bergantung dan meminta tolong kepada orang lain.
Mereka tidak ingin mencoba menyelesaikannya secara mandiri atau sendiri. Selain itu, terdapat beberapa gejala umum yang terjadi pada gangguan kepribadian dependen, sebagai berikut:
- Selalu menunggu arahan dari orang lain secara terus-menerus
- Tidak akan bertindak jika tidak disuruh atau kurang inisiatif
- Merasa takut dan cemas jika sendirian
- Mudah sakit hati dan tidak terima jika mendapatkan kritik
- Memiliki rasa takut yang tinggi akan ditinggalkan
- Merasa takut tidak bisa mengurus diri sendiri
- Merasa sangat sulit untuk mengambil keputusan yang sederhana
- Kesulitan jika harus menyelesaikan pekerjaan sendirian
- Dalam berpasangan, mereka akan menjadi sangat pasif
- Tidak bisa berbaur dan hanya berteman dengan orang yang bisa membantunya
Itulah kondisi gangguan kepribadian dependen yang mengharuskan seseorang terus-menerus meminta bantuan orang lain. RENO
Editor : Imron Arlado