Jawa Pos Radar Mojokerto - Seiring berkembangnya media sosial, terdapat pengaruh yang sangat signifikan dalam kehidupan sehari-hari kita.
Di mana ketika kita sering merasa bosan, kita lebih memilih untuk membuka media sosial dibandingkan mengerjakan aktivitas lain.
Kita sebagai pengguna media sosial atau netizen, pasti sudah sering menemukan berbagai postingan.
Di setiap postingan tersebut, pasti ada hate comments atau tanggapan buruk tentang hal itu. Komentar-komentar buruk yang tersebar dalam media sosial, membuat kita memiliki sisi yang lain.
Sisi negatif yang lain tersebut biasa dinamakan dengan toxic trait. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan toxic trait di bawah ini!
Pengertian Toxic Trait
Toxic trait merupakan kepribadian dan kebiasaan yang buruk serta merugikan bagi orang lain. Mereka-mereka yang memiliki kepribadian toxic trait sering kali menyakiti orang-orang disekelilingnya.
Toxic trait juga dapat diartikan sebagai emosi atau rasa yang menyusahkan orang lain, baik secara fisik maupun emosional. Selain itu, kebiasaan perilaku seperti itu dapat merugikan dirinya sendiri.
Misalnya adalah, ketika sedang melihat postingan di sosial media, ia akan selalu ingin menjadi apa yang ia lihat di sosial media.
Kebiasaan dan pemikiran seperti itulah yang membuat sifat racun atau toxic tumbuh dari dunia virtual atau yang biasa dinamakan toxic trait.
Mereka yang memiliki sikap atau kepribadian toxic trait biasa disebut dengan toxic people. Toxic people adalah orang-orang yang memberikan pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya.
Penyebab Terkena Toxic Trait
Pada dasarnya, orang-orang yang memiliki sikap toxic trait pasti merupakan individu yang baik.
Tetapi, mereka lebih sering menunjukkan sisi negatif dan sisi gelap dirinya kepada orang-orang yang merasa dekat atau peduli dengan dirinya. Berikut adalah penyebab seseorang terkena toxic trait:
- Sifat genetika. Pada umumnya, sifat-sifat negatif biasanya turun dari sifat orang tua ke anak. Secara tidak langsung, sifat negatif akan terus-menerus muncul. Jadi, anak yang memiliki orang tua toxic lebih rentan memiliki sifat toxic juga.
- Faktor lingkungan. Dalam pembentukan kepribadian, faktor lingkungan juga turut berperan. Jika seorang anak terlalu dimanja, saat beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang narsis dan selalu ingin mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara negatif.
- Kondisi mental kurang stabil. Mental tang tidak stabil membuat mereka-mereka lebih rentan menjadi kepribadian yang toxic. Mereka yang memiliki bipolar dan stres pasca trauma menjadi penyebab utama orang toxic.
- Mendapatkan yang ia inginkan. Alasan utama mereka menjadi orang toxic adalah ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang yang egois, kejam, dan manipulatif lebih sering menjadi sukses dalam hal karier, menyebabkan mereka menjadi orang toxic.
Ciri-Ciri Toxic Trait
Berikut adalah beberapa ciri-ciri orang yang memiliki toxic trait:
- Egois
- Suka mengkritik
- Manipulatif
- Selalu membawa energi negatif kepada siapapun
- Selalu membuat drama dan konflik
- Playing victim
- Selalu merasa benar
- Sulit untuk meminta maaf
- Tidak memiliki empati.
- Sering meremehkan orang lain
Itulah pengertian, penyebab dan ciri-ciri orang terkena toxic trait. RENO
Editor : Imron Arlado