Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketahui Sweet Tooth si Penyuka Makanan Manis, Namun Bahaya Jika Berlebihan

Adelia Kharisma Putri • Jumat, 2 Mei 2025 | 23:41 WIB

Ketahui Sweet Tooth si Penyuka Makanan manis, Namun Bahaya Jika Berlebihan
Ketahui Sweet Tooth si Penyuka Makanan manis, Namun Bahaya Jika Berlebihan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Makanan manis memang menjadi salah satu makanan favorit bagi semua orang. Bukan hanya rasanya yang enak, makanan manis juga akan meningkatkan rasa senang setiap kali selesai memakannya.

Istilah sweet tooth adalah istilah untuk orang-orang yang menyukai makanan manis. Namun perlu diperhatikan juga seberapa banyak makanan manis yang dikonsumsi.

Makanan manis mengandung gula yang cukup tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Sehingga kita harus bisa untuk mengontrol konsumsi gula tersebut sesuai dengan kebutuhan tubuh harian.

Namun hal ini mungkin akan terasa lebih susah bagi si sweet tooth. Karena kesukaannya terhadap makanan manis, sweet tooth akan terasa sulit mengontrol seberapa banyak makanan manis yang mereka konsumsi hingga terkadang melampaui batas kebutuhan gula harian tubuh.

Berdasarkan dari beberapa studi penelitian, keinginan untuk makan makanan manis sebenarnya adalah ilusi dari otak kita sendiri. Otak sebenarnya menginginkan kalori untuk dapat menghasilkan dopamine (perasaan senang).

Tapi karena sinyal yang diberikan otak terhadap respon tubuh seringkali berbeda, kita justru menganggapnya kebutuhan kalori tersebut adalah keinginan untuk makan makanan manis. Sehingga muncul keinginan untuk makan makanan manis yang cukup tinggi.

Makan makanan manis memang diperbolehkan selagi sesuai dengan kadar dan tidak melebihi kebutuhan tubuh. Karena gula juga merupakan sumber energi yang digunakan oleh tubuh kita untuk dapat beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Genre Musik Hipdut, Apakah Benar Genre Favoritnya Gen Z? Ada Garam dan Madu yang Jadi Trendsetter

Ada beberapa faktor yang menyebabkan si sweet tooth  kecanduan gula

1. Tidak cukup makan

Setiap individu memiliki kebutuhan makanan yang berbeda-beda. Kurangnya asupan makanan bisa menjadi salah satu faktor yang memicu keinginan mengonsumsi makanan manis, atau yang dikenal dengan istilah sweet tooth.

Ketika tubuh kekurangan energi akibat aktivitas seharian, camilan manis seperti kue atau permen seringkali tampak lebih menarik. Ini disebabkan karena tubuh salah menafsirkan sinyal lapar sebagai keinginan untuk mengkonsumsi gula.

2. Tidak cukup tidur

Tidak hanya dari makanan, kebiasaan tidur yang kurang atau istirahat yang tidak cukup juga dapat memicu keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis (sweet tooth).

Penelitian menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki dua hormon utama yang mengatur rasa lapar dan kenyang, yaitu leptin dan ghrelin. Leptin berfungsi memberi sinyal saat tubuh merasa kenyang, sementara ghrelin memberi sinyal saat lapar.

Ketika seseorang kurang tidur, kadar leptin dalam tubuh akan menurun, sedangkan kadar ghrelin meningkat, sehingga tubuh lebih rentan merasa lapar dan cenderung mencari makanan manis.

3. Kondisi lingkungan sekitar

Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi keinginan kita untuk makan makanan manis. Seperti budaya keluarga yang setiap pagi dan malam harus makan kue dan sebagainya.

Baca Juga: Kontraktor Siap ’’Bernyanyi’’ di Persidangan

Lalu apa saja tips makan makanan manis tapi tetap sehat bagi sweet tooth?

Tips makanan sehat untuk sweet tooth

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Untuk menjaga asupan gizi tetap seimbang, pastikan makanan yang dikonsumsi mengandung protein, serat, vitamin, mineral, karbohidrat sehat, serta lemak baik yang dibutuhkan tubuh. Salah satu cara efektif agar tubuh merasa kenyang lebih lama adalah dengan memilih camilan sehat.

Mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat dapat membantu memperpanjang rasa kenyang. Hal ini karena protein mampu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan zat gizi, serta membantu menurunkan indeks glikemik suatu makanan.

Beberapa contoh sumber protein yang baik adalah susu rendah lemak, yogurt, dada ayam, dan kacang-kacangan.

Menambahkan protein ke dalam menu harian juga dapat membantu mengurangi keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis.

2. Menjauhi pemicu keinginan makan makanan manis

Stres adalah salah satu pemicu keinginan untuk makan makanan manis yang menimbulkan perilaku emotional eating.

Perilaku ini merupakan kondisi seseorang ingin makan makanan yang tinggi gula karena adanya dorongan emosi akibat dari stres yang berlebihan.

3. Perbanyak bergerak

Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga dapat membantu mengurangi keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis. Hal ini karena olahraga merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon yang dapat menggantikan sensasi menyenangkan yang biasanya diperoleh dari makanan tinggi gula.

 

Baca Juga: Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas Terima Bantuan Ternak, Berharap Ekonomi Terdongkrak

 

Olahraga yang dilakukan tidak harus intens atau berat. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki sudah cukup sebagai langkah awal untuk membantu mengendalikan keinginan terhadap makanan manis, terutama bagi mereka yang cenderung memiliki sweet tooth.

Itulah fakta dan tips makanan sehat bagi sweet tooth. Semoga tips diatas bisa membantu untuk mengontrol konsumsi gula yang dibutuhkan untuk tubuh.

 

Editor : Imron Arlado
#kesehatan tubuh #makanan bergizi #makanan sehat #Dopamine #tips makanan sehat untuk sweet tooth #konsumsi gula #Sweet Tooth #makanan manis #perasaan senang