JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Siapa disini yang tidak pernah galau? Semua orang pasti pernah merasakan rasa sedih dan putus asa dalam hidupnya.
Entah itu dari putus cinta, kecewa akan suatu hal, masalah keluarga atau pekerjaan, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana cara untuk menyikapi perasaan ini?
Beberapa orang menyikapi perasaan galau berbeda-beda. Ada yang mendengarkan lagu ceria yang berisi motivasi untuk mengembalikan mood.
Ada pula yang justru terbawa emosi dengan mendengarkan lagu-lagu sedih karena dianggap memiliki energi yang sama dengan mood dan emosi yang sedang dihadapi.
Namun tahukah kalian kalau mendengarkan lagu galau atau lagu sedih bisa membawa dampak yang negatif untuk tubuh kita?
Membawa afirmasi negatif
Afirmasi sendiri adalah pernyataan positif yang diucapkan atau ditulis secara berulang dan ditujukan untuk mengubah pola pikir diri sendiri.
Afirmasi ini merupakan bentuk komunikasi antara pikiran alam sadar dan alam bawah sadar manusia.
Tapi dalam kehidupan sehari-hari, afirmasi ini dapat berubah menjadi bentuk negatif tergantung dengan apa yang sering diucapkan atau didengarkan.
Contohnya adalah sering mendengarkan lagu galau bisa membawa afirmasi negatif untuk diri kita.
Mengapa demikian? Kata-kata yang terdapat dalam lagu galau biasanya mengungkapkan rasa sedih, kecewa, dan putus asa.
Jika kata-kata ini didengarkan tiap hari dan dihayati, lama-lama akan masuk ke dalam otak dan alam bawah sadar kita, sehingga terjadi resonansi yang kuat menarik frekuensi yang sama dengan apa yang dirasakan dan dipikirkan dari lagu tersebut.
Afirmasi ini bisa berdampak buruk pada tubuh jika terus-menerus berulang didengarkan. Bukan hanya merusak mood dan emosi, namun juga bisa berdampak pada kesehatan fisik.
Hal ini terjadi disebabkan karena kesehatan psikis (mental) yang terganggu karena terlalu sering mendengarkan lagu galau sehingga berdampak pula pada kesehatan fisik.
Lebih mudah tersinggung dan depresi
Penelitian yang dilakukan oleh Frontiers in Psychology menjelaskan, terlalu sering mendengarkan lagu galau, akan mudah membuat seseorang cenderung gampang baper, atau mudah terlarut dalam perasaan dan rentan terkena depresi.
Penyebab dari mudah depresi ini pun tergantung dari seberapa lama frekuensi mendengarkan lagu dan keterlibatan musik dalam kehidupan sehari-hari.
Cara menangani agar terhindar dari afirmasi negatif
- Perhatikan jenis lagunya
Agar terhindar dari afirmasi negatif, disarankan lebih baik mendengarkan lagu yang berisi tentang motivasi hidup.
Dengan mendengarkan lagu tipe ini, mood akan kembali lebih baik dan afirmasi positif pun perlahan masuk kedalam otak dan terhindar dari dampak negatif.
- Perhatikan intensitas mendengarkan
Jangan terlalu sering mendengarkan lagu galau jika mood sedang tidak baik.
Intensitas mendengarkan musik bergenre pop dengan beat yang semangat lebih disarankan.
Atur pula playlist musik di HP mu dengan lagu-lagu yang ceria dan semangat.
- Gunakan musik sebagai terapi
Kumpulkan musik bergenre klasik untuk bisa membantu dalam pengelolaan stres, meningkatkan daya ingat, dan mengurangi rasa sakit.
Karena dengan mendengarkan musik pula bisa membangkitkan emosi, membantu mendapatkan kembali ingatan, merangsang koneksi saraf baru, dan perhatian aktif.
Editor : Imron Arlado