JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Uban menjadi salah fokus utama bagi kebanyakan orang terutama bagi perempuan. Selain terkadang banyak yang bilang mengganggu estetika, sebagian orang juga ingin menyingkirkan rambut putih ini agar terlihat lebih muda.
Uban atau rambut putih muncul tak hanya pada orang-orang yang berusia 30 tahun ke atas, ada pula yang muncul di usia 20 tahun awal tergantung dari gen dan keturunan.
Uban bisa disebabkan karena sel-sel pigmen di folikel rambut mengalami penuaan. Sel-sel dapat mati atau mulai kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan warna pada batang rambut.
Lalu, bolehkah mencabut uban?
Dilansir dari berbagai sumber, mencabut rambut beruban sebenarnya tidak disarankan. Hal ini berakibat bisa merusak folikel rambut pada struktur kulit. Selain itu, kebiasaan mencabut uban justru akan merangsang pertumbuhan uban baru, bukan menghilangkan rambut beruban sepenuhnya.
Lantas ini berarti, setelah mencabut uban, rambut baru akan tumbuh di folikel yang sama. Dan jika beruntung, rambut dengan melanin warna hitam akan tumbuh atau justru akan tetap kembali tumbuh dengan rambut berwarna putih seperti sebelumnya.
Mencabut uban memang tidak dilarang, namun ada efek samping yang diakibatkan dari mencabut uban diantaranya:
- Lebih mudah terkena infeksi atau inflamasi yang diakibatkan dari folikel rambut yang terbuka
- Merusak folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut menjadi lambat dan berakibat kebotakan
- Resiko tinggi ingrown hair, dimana rambut yang tumbuh ke bawah dalam kulit, tidak tumbuh keatas. Hal ini menimbulkan benjolan merah, inflamasi, dan infeksi
- Menimbulkan iritasi kulit, seperti gatal, kemerahan, bahkan sensasi rasa terbakar di kulit kepala
- Menimbulkan bekas luka, akibat dari mencabut rambut yang terlalu kasar dan mungkin menganggu pertumbuhan rambut
- Dapat merusak siklus pertumbuhan rambut, sehingga panjang dan tekstur rambut akan berubah
Meskipun boleh-boleh saja mencabut uban untuk kepentingan estetika agar terlihat lebih awet muda, disarankan untuk tidak terlalu sering.
Hal ini karena akan berdampak pada folikel rambut dan kulit kepala yang berujung infeksi maupun inflamasi.
Editor : Imron Arlado