Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

DBD Merebak, Warga Dawarblandong Mojokerto Urunan Fogging

Khudori Aliandu • Rabu, 22 Januari 2025 | 15:15 WIB
GERAK CEPAT: Warga secara swadaya melakukan fogging di lingkungan permukiman untuk melakukan pemberantasan nyamuk sebagai antisipasi merebaknya kasus DBD, di Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong.
GERAK CEPAT: Warga secara swadaya melakukan fogging di lingkungan permukiman untuk melakukan pemberantasan nyamuk sebagai antisipasi merebaknya kasus DBD, di Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong.

KABUPATEN – Sejumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Akibat serangan virus dengue, warga terpaksa iuran untuk fogging mandiri di lingkungannya, kemarin.

Dian salah satu warga mengatakan, akhir-akhir ini warga tengah dibayangi kasus DBD. Itu setelah ada sejumlah warga yang terjangkit virus dengue. ’’Sudah ada dua warga yang terkena DBD,’’ ungkapnya.

Sebagai antisipasi kasus merebak, belakangan warga diminta iuran untuk biaya fogging di lingkungan untuk pemberantasan nyamuk Aedes aegypti. Pengasapan secara swadaya masyarakat ini menyasar lima dusun, meliputi, Sidokerto, Klanting, Sidobecik, Pulo, dan Beru. ’’Per warga diminta iuran Rp 15 ribu untuk keperluan fogging. Semoga tidak ada kasus DBD lagi,’’ tuturnya.

Kepala Desa Pulorejo Sururi membenarkan, pengasapan itu untuk mencegah penyakit dari nyamuk karena, ada warga yang terjangkiti DBD. Hanya saja, kali ini beban pembiayaan fogging merupakan swadaya masyarakat. ’’Setiap keluarga ditarik iuran sebesar Rp 12 ribu. Fogging berlangsung selama tiga hari menjangkau lima dusun di satu desa,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Dawarblandong Deny Setiyawan membenarkan kasus DBD muncul Dawarblandong. ’’Kasus DBD di Kecamatan Dawarblandong per Januari ini ada 6 kasus,’’ ungkapnya.

Sejumlah kasus ini tersebar di Desa Brayublandong, Pulorejo, dan Dawarblandong, masing-masing dua kasus. Beruntung para pasien langsung dapat penangan tepat dan cepat secara medis. Kini, mereka dinyatakan sambuh dan boleh pulang setelah mendapatkan perawatan intensif. ’’Para pasiena terdiagnosa DBD. Hasil uji laboratorium enam pasien ini dinyatakan positif. Rata-rata menyasar pasien anak usia 7 sampai 14 tahun,’’ paparnya.

Sebagai tindak lanjut, puskesmas sudah melakukan fogging usai sejumlah warga terjangkiti DBD. Hal itu sebagai langkah mengantisipasi meluasnya kasus DBD di lingkungan warga. Selain itu, tidak kalah penting dan harus dilakukan masyarakat tak lain pemberantasan nyamuk, baik di dalam maupun di luar rumah. ’’Saya juga sudah mengimbau kepala desa dan nakes desa melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bersama kader dan masyarakat di wilayah masing-masing,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Demam Berdarah (DBD) #Fogging berantas DBD #dawarblandong mojokerto