Sementara itu, kasus PMK yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Mojokerto kian merebak. Kini, penyakit yang menular dengan cepat itu sudah menyebar di seluruh kecamatan. Meski tingkat kesembuhan naik, jumlah sapi yang mati juga terus bertambah.
Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nuryadi menyatakan, berdasarkan sistem informasi kesehatan hewan nasional (Isikhnas), terdapat 291 kasus PMK sejak 1 Desember 2024 hingga Minggu (5/1) kemarin.
Rinciannya, sebanyak 183 sapi sembuh, 75 sakit, 18 mati, dan 15 lainnya dipotong paksa. Sebaran kasus mencakup seluruh kecamatan dengan jumlah paling tinggi di Kutorejo sebanyak 58 kasus. ”Berdasarkan surveilance yang telah kami lakukan dan laporan dari petugas medik dan paramedik puskeswan terjadi peningkatan PMK pada ternak sapi di semua wilayah kerja masing masing,” ujarnya.
Meski terdapat peningkatan jumlah kesembuhan jika dibandingkan pada akhir pekan lalu yang dikisaran 80 ekor sapi, jumlah hewan yang terjangkit meningkat. Data disperta menyebutkan per Sabtu (3/1) lalu jumlah kasus PMK masih di angka 275. Sementara itu, sapi yang mati sebanyak 16 ekor dan 9 ekor terpaksa disembelih.
Selain itu, area sebaran penyakit yang menular ke sesama hewan berkuku belah ini juga telah meluas dari 15 kecamatan menjadi 18. Artinya, tidak ada kecamatan yang nihil kasus PMK. Tiga kecamatan baru itu yakni, 9 kasus di Kemlagi, 12 kasus di Ngoro, dan 1 di Trowulan. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi