KABUPATEN – Jumlah sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Mojokerto terus bertambah. Saat ini, kasus PMK tembus 275 kasus. Sebanyak 16 ekor sapi di antaranya mati dan masing-masing ada sembilan dipotong paksa dan sembilan sapi sembuh.
Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nuryadi mengatakan, hingga saat ini penanganan kasus PMK yang merebak di 16 kecamatan masih terus digalakkan. Tim bidang peternakan terus aktif ke peternak untuk melakukan upaya-upaya antisipatif. ’’Sebagai atensi, kami kemarin juga melakukan rapat koordinasi di Provinsi Jatim sebagai percepatan penanganan kasus PMK ini,’’ ungkapnya.
Hasil rakor, pemda diminta melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, utamanya kepada peternak yang tengah dihantui penyakit yang diakibatkan virus Picorna tersebut. Apalagi, sesuai data, belakangan jumlah sapi yang terjangkiti terus bertambah. ’’Dari yang sebelumnya ada 247 sapi yang terjangkit, sekarang menjadi 275 kasus,’’ tegasnya.
Dijadwalkan, Sabtu (4/1), juga akan melakukan vaksinasi hewan ternak di Pasar Hewan Pandanarum, Kecamatan Pacet sebagai langkah memutus mata rantai persebaran PMK. Apalagi, pasar milik desa itu diketahui menjadi salah satu pintu masuk merebaknya kasus PMK di bumi Majapahit. ’’Kita masih memanfaatkan vaksin yang ada. Semoga tidak bertambah lagi, kasihan masyarakat,’’ tuturnya.
Selain bermunculan kasus baru, kata mantan Camat Kutorejo ini, sapi yang mati akibat paparan penyakit ini juga bertambah menjadi 16 ekor dari sebelumnya 14 ekor. Angka kematian hewan ternak itu tersebar di tujuh kecamatan. ’’Data ter-update itu ada tambahan dua ekor lagi, jadi total ada 16 hewan ternak mati yang diduga akibat PMK. Selain itu, sembilan ekor sapi yang harus dipotong paksa,’’ jelasnya.
Tak urung sebagai percepatan penanganan, saat ini disperta secara masif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dan lalu lintas hewan. Termasuk, geber pelaksanaan vaksinasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya untuk kebersihan kandang. ’’Dan Alhamdulillah, dari sekian kasus yang terjadi di kabupaten Mojokerto saat ini, ada sembilan ekor yang sembuh, itu ada di wilayah Kemlagi,’’ paparnya. (ori/fen)