- Penyebaran PMK Meluas di 15 Kecamatan
- Sebanyak 247 Ekor Positif Terjangkit
KABUPATEN - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mengimbau para peternak sapi agar tak mendatangkan sapi dari luar daerah seiring merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sedikitnya 247 sapi di 15 kecamatan telah terjangkit, dan 14 di antaranya diketahui mati. Saat ini, pemberian obat hingga penyemprotan kandang dengan disinfektan terus dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit menular itu.
Selasa (31/12) lalu, misalnya, tim paramedik disperta memberi pelayanan kesehatan di peternakan sapi skala besar di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko. Di sana, 7 ekor sapi terpapar PMK dengan enam mengalami sakit dan satu mati.
”Kita intensif untuk pelayanan kesehatan pada hewan ternak dengan pemberian obat-obatan serta vitamin, dan KIE (komunikasi informasi dan edukasi) kepada peternak. Ini sebagai upaya menekan kasus PMK dan penularan pada hewan sapi,” jelas Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah yang turun ke lokasi.
Meski demikian, dia meminta para peternak tak panik dengan merebaknya kasus PMK. Sebab, menurut Tutik, penyakit ini dapat disembuhkan dengan pemberian obat. Seperti analgesik dan vitamin untuk pencegahan. Di samping itu, disperta juga terus mengintensifkan vaksinasi PMK agar ternak kebal terhadap penyakit mematikan tersebut.
Dirinya meminta peternak yang mendapati hewan ternak terpapar PMK segera melapor ke petugas maupun ke dinas langsung agar dapat segera ditangani. ”Penyemprotan disinfeksi di lingkungan kandang untuk membunuh bakteri atau virus PMK yang berpotensi menular pada hewan ternak juga bisa dilakukan. Karena pada musim hujan seperti ini kandang rawan lembab dan becek,” tandasnya.
Guna mencegah semakin merebaknya PMK, disperta mengimbau peternak saat ini tak mendatangkan sapi dari luar daerah. Sebab, sapi baru yang tak diketahui riwayat kesehatannya rawan memicu penularan. ”Mohon untuk peternak tidak memasukkan sapi baru dari luar daerah, atau sapi yang baru dibeli. Karena riwayatnya tidak diketahui, sudah vaksin PMK atau belum,” ungkapnya.
Tutik menjelaskan, kasus PMK per Selasa (31/12) lalu telah menyebar di 15 kecamatan dari total 18 kecamatan dengan jumlah sapi terjangkit sebanyak 247 ekor. Rinciannya, 226 ekor sapi dalam kondisi sakit, 14 mati, dan 9 dipotong paksa.
Sebaran PMK paling banyak terdapat di Kecamatan Kutorejo mencapai 58 ekor, Pacet 33 ekor, Jetis 25 ekor, dan Puri 20 ekor. Sementara itu, sapi yang terpapar PMK di Kecamatan Gedeg terdapat 18 ekor, Jatirejo dan Trawas masing-masing 15 ekor, Dlanggu 14 ekor, Mojoanyar 13 ekor, Bangsal 10 ekor, Dawarblandong 8 ekor, Sooko 7 ekor, Mojosari 4 ekor, serta Pungging 3 ekor. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi