Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kasus PMK di Kabupaten Meluas

Farisma Romawan • Selasa, 31 Desember 2024 | 14:05 WIB
BAKAL DIBUKA LAGI: Pasar hewan di Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang yang sebelumnya ditutup pemkab bakal dikaji untuk dioperasikan kembali pasca melandainya kasus PMK. (dok JPRM)
BAKAL DIBUKA LAGI: Pasar hewan di Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang yang sebelumnya ditutup pemkab bakal dikaji untuk dioperasikan kembali pasca melandainya kasus PMK. (dok JPRM)

Terjadi 219 Kasus, Tersebar di 15 Kecamatan

 KABUPATEN – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi tidak hanya ditemukan di wilayah Dawarblandong. Dari catatan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, wabah PMK ternyata sudah menjalar di 14 kecamatan lain dengan total 241 kasus yang ditemukan sejak 2 Desember lalu.

 Dari ratusan kasus tersebut, sebanyak 13 ekor sapi ditemukan sudah dalam keadaan mati, dan 9 lainnya harus dipotong paksa karena terjangkit PMK. Saat ini, masih ada 219 ekor sapi yang masih terinfeksi virus. Sehingga perlu mendapat penanganan serius berupa vaksinasi, pemberian obat serta desinfeksi.

 ”Laporan yang sudah masuk di SIKHNA (sistem kesehatan hewan nasional), kasus PMK di Kabupaten Mojokerto tersebar di 15 kecamatan. Sebanyak 219 ekor sapi masih sakit,’’ ungkap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaningdyah, kemarin (30/12).

 Pemkab Mojokerto sudah mengeluarkan instruksi kesiapsiagaan atas merebaknya wabah PMK. Salah satu upayanya adalah monitoring dan swab mucosa pada hewan sapi milik warga maupun peternak di seluruh kecamatan. Dari data sementara, kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Kutorejo, yakni sebanyak 58 kasus.

 Disusul kecamatan Pacet dengan 33 kasus, 31 ekor masih sakit, satu sudah mati, dan satu sapi lainnya dipotong paksa. Sasaran swab sendiri diutamakan pada sapi yang bergejala PMK. Mulai dari mengeluarkan liur berbusa, pincang atau tidak mampu berjalan, hingga terdapat luka pada kuku. ’’Kita langsung bergerak melakukan swab mengambil sampel dan dikirim diserahkan provinsi,’’ tambahnya.

 Selain swab, petugas juga rutin memberikan pelayanan kesehatan hewan. Mulai dari menyuntikkan vaksin PMK, mengobati luka pada sapi, hingga desinfeksi kandang. ’’Kami juga berkoordinasi dengan provinsi untuk penganggaran penanganan PMK. Ada bantuan vaksin dari provinsi tapi jumlahnya terbatas,’’ tandasnya. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Penyakit Mulut dan Kuku #dawarblandong mojokerto #hewan ternak