KOTA – Ratusan narapidana Lapas Mojokerto menjalani tes HIV, kemarin (6/11). Pemeriksaan melalui uji sampel darah ini dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit mematik tersebut.
Pemeriksaan kesehatan ini melibatkan Klinik Lapas, Puskesmas Gedongan, serta Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Mojokerto. Total sebanyak 250 narapidana mengikuti skrining. ’’Alhamdulillah negatif semua,’’ kata petugas Klinik Lapas Mojokerto, Udin Agus Susanto.
Menurutnya, hasil pemeriksaan bisa diketahui secara langsung. Proses skrining menggunakan metode rapid test atau tes HIV cepat melalui uji sampel darah. Hasilnya seluruh napi dinyatakan negatif HIV. ’’Dari tes HIV cepat yang menggunakan alat rapid ini kalau memang nanti benar-benar dinyatakan reaktif positif akan diulang lagi ke laboratorium,’’ jelasnya.
Udin menyatakan langkah deteksi dini ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang menggerogoti sistem kekebalan tubuh tersebut. Karena itu, skrining kali ini menyasar para napi yang sudah lama menghuni lapas. ’’Kita skrining (penghuni) yang lama-lama, kalau tahanan yang baru-baru itu sejak masuk sudah kita skrining,’’ tuturnya.
Dalam kegiatan ini, para napi juga mendapat edukasi tentang penyakit HIV dan AIDS, upaya pencegahan, hingga langkah ketika tertular. Skrining kesehatan yang dilaksanakan menjelang peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh 1 Desember ini diharapkan mampu mencegah penularan penyakit di dalam lapas. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi