Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketahui, Inilah Program Andalan Dinkes Kabupaten Mojokerto untuk Optimalkan Kesehatan Warga

Indah Oceananda • Kamis, 4 Juli 2024 | 15:00 WIB
BERI EDUKASI: Bupati Ikfina Fahmawati bersemangat menjelaskan stunting dan pola hidup sehat kepada masyarakat di pendapa Balai Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Selasa (2/7).
BERI EDUKASI: Bupati Ikfina Fahmawati bersemangat menjelaskan stunting dan pola hidup sehat kepada masyarakat di pendapa Balai Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Selasa (2/7).

PENINGKATAN kesehatan masyarakat secara menyeluruh konsisten dilakukan Pemkab Mojokerto melalui Dinas Kesehatan (dinkes).

Fokus utamanya kemandirian lanjut usia (lansia) serta menurunkan angka stunting di bumi Majapahit yang dikemas dalam program Sehati-Sejoli.

Adalah, Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI).

Selasa (2/7) kemarin, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan edukasi kepada ibu hamil, ibu balita, dan lansia dalam kegiatan tersebut di Dusun Kemantren, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg.

Alur stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita akibat gizi buruk, dijelaskan secara detail oleh orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto tersebut.

Sebagai upaya memangkas kasus stunting, Ikfina mengedukasi para orang tua supaya lebih memperhatikan kesehatan janin sejak dalam kandungan.

’’Lingkar lengan bumil (ibu hamil) jangan sampai kurang dari 23,5 sentimeter. Karena ini menjadi salah satu indikasi kekurangan gizi. Padahal, janin di dalam kandungan sangat bergantung gizinya pada ibu,’’ imbuhnya saat memberikan penjelasan kepada orang tua di Balai Desa Terusan.

Bupati juga mendorong agar para ibu hamil bisa menaikkan jumlah asupan makanan sehat dan bergizi seimbang.

Bupati mengimbau para ibu agar rutin memberi ASI eksklusif kepada bayi-bayi yang baru lahir selama enam bulan. Setelah itu, diberi selingan MPASI secara bertahap, hingga makan menu yang sama dengan orang tua apabila sudah berumur satu tahun.

’’ASI ini dapat meningkatkan ikatan atau bonding antara bayi dengan ibunya. Makanannya wajib ada zat pembangun seperti telur, ayam, daging, ikan dan susu,’’ ungkapnya.

DITINJAU: Bupati Ikfina Fahmawati sambang ke pojok TP-PKK desa yang menyiapkan menu MPASI untuk bayi.
DITINJAU: Bupati Ikfina Fahmawati sambang ke pojok TP-PKK desa yang menyiapkan menu MPASI untuk bayi.

Dalam kesempatan yang sama, Ikfina juga mengajak lansia yang hadir saat itu untuk terus menjaga kesehatannya agar bisa hidup mandiri.

Menurutnya, kesehatan fisik yang menurun memang wajar dialami seseorang pada usia lanjut. Namun seorang lansia, harus tetap mengikhtiarkan kesehatannya dengan hidup sehat dan rajin cek kesehatan.

’’Menjaga kesehatan ini memang harus diikhtiarkan sebagai bagian dari ibadah. Agar senantiasa sehat dan hidup mandiri. Kita berdoa semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan,’’ tegas dia.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, untuk mewujudkan lansia mandiri, para lansia diharapkan rutin datang ke posyandu setiap bulan mengecek kesehatannya. Adapun pengecekan kesehatan meliputi, cek tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.

’’Selain itu, agar lansia bisa terhindar dari berbagai penyakit harus bisa mengendalikan pikirannya agar tidak berdampak pada kesehatan,’’ jelasnya.

KAWAL TERUS: Bupati Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan beserta Forkopimca Gedeg bersama seluruh masyarakat usai pelaksanaan Sehati-Sejoli.
KAWAL TERUS: Bupati Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan beserta Forkopimca Gedeg bersama seluruh masyarakat usai pelaksanaan Sehati-Sejoli.

Sementara itu, terkait stunting, Ulum menekankan balita di Kabupaten Mojokerto harus terbebas dari stunting.

Karena, hal tersebut bisa berdampak pada kecerdasannya ketika dewasa menurun hingga 20 persen di bawah rata-rata.

Disebutkannya, penyebab balita stunting terjadi karena dua hal, yaitu kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

’’Maka untuk menanggulangi terjadinya stunting di dalam kandungan, para ibu hamil juga harus memenuhi gizinya, dipandu melalui edukasi seperti ini,’’ pungkasnya.

Sebelum ditutup, Ikfina Fahmawati menyerahkan alat antropometri kepada Kepala Desa Terusan didampingi Kepala Dinkes dr Ulum Rokhmat Rokhmawan beserta jajaran Forkopimca Gedeg. (oce/fen/adv)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#stunting anak mojokerto #bupati mojokerto ikfina fahmawati #Dinkes Kabupaten