RADARMOJOKERTO – Apakah anda merasa lelah lelah terus-menerus tanpa tahu penyebabnya?
Segalanya terasa berat karena tekanan pekerjaan, sekolah, pertemanan maupun lingkungan?
Hal ini perlu anda waspadai karena bisa jadi anda sedang mengalami burnout.
Burnout merupakan kondisi psikologis yang membuat tubuh merasa kelelahan secara fisik hingga mental.
Yang disertai penurunan motivasi, kinerja dan munculnya sikap negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Bahkan, muncul perasaan tidak berguna, hilang minat dan motivasi, hampa serta tidak berdaya.
Bedanya dengan stres, burnout lebih dalam dan bisa memengaruhi fisik dan mental.
Biasanya ini terjadi pada individu yang stres berlebihan dan berkepanjangan akibat tuntutan pekerjaan.
Berikut sejumlah ciri-ciri anda mengalami gejala burnout.
Benci dengan pekerjaan yang digeluti
Burnout bisa membuat seseorang frustrasi dalam bekerja. Hal ini membuatnya sulit berkonsentrasi,
merasa tidak kompeten, dan akhirnya membenci pekerjaan yang sedang dijalani.
Hilangnya semangat bekerja dan kelelahan
Kehilangan minat dan semangat untuk bekerja menjadi ciri burnout selanjutnya.
Terus menerus bekerja tanpa semangat dalam dirinya hanya menguras banyak energi dan semakin memicu kelelahan.
Mudah marah
Seseorang yang mengalami burnout cenderung mudah marah. Utamanya jika segalanya tidak berjalan sesuai harapan.
Hilangnya minat akan pekerjaan membuat hasilnya kurang memuaskan.
9Ini justru semakin memicu stres dan emosi yang membuat penderita burnout lebih sensitif terhadap semuanya.
Selalu merasa kelelahan
Salah satu burnout adanya perasaan lelah hingga tidak ada kemampuan untuk menggerakkan otot-otot atau bahkan bangun dari tempat tidur untuk beraktivitas.
Jika kondisi ini terjadi pada anda, kemungkinan besar anda sedang mengalami burnout.
Muncul perasaan tidak berguna
Ciri burnout satu ini sangat mempengaruhi produktivitas.
Pekerjaan akan terbengkalai karena adanya perasaan tidak berguna dan merasa tidak kompeten dalam mengerjakan sesuatu.
Depresi
Ketika anda merasa lelah dan tidak berguna, kondisi itu bisa menimbulkan depresi.
Sebuah studi mengungkapkan, salah satu penyebab utama terjadi burnout adalah karena pekerjaan.
Sedangkan beban pekerjaan yang berlebihan bisa berdampak serius pada kesehatan mental hingga meningkatkan risiko depresi. (Firza Aulia Ningrum)
Editor : Imron Arlado