JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Nyeri sendi bisa jadi masalah yang serius bagi bagi kebanyakan orang. Keluhan ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tak heran, penderitanya pun melakukan segala cara agar terbebas dari penyakit tersebut. Ada pula beberapa obat herbal nyeri sendi yang bersifat alami dan terbukti.
Penggunaan bahan-bahan herbal yang bersifat alami menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi nyeri sendi.
- Teh Hijau
Teh hijau terkenal punya banyak manfaat baik untuk kesehatan. Obat alami ini juga bisa dijadikan obat tradisional nyeri sendi.
Obat ini hadir dalam bentuk herbal dengan racikan lainnya yang membantu meringankan rasa nyeri sendi. Minumlah sebelum tidur untuk menghasilkan hasil yang lebih maksimal.
- Kayu Putih
Tanaman ini diambil dari minyaknya untuk dimanfaatkan sebagai obat dengan berbagai macam fungsi.
Tidak hanya mengatasi gatal karena gigitan serangga dan menghangatkan tubuh, minyak kayu putih juga baik untuk mengobati nyeri sendi. Kandungan Tanin pada daun tanaman ini dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang terjadi pada sendi.
- Kunyit
Kunyit merupakan salah satu rempah berwarna kuning yang dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi nyeri sendi.
Manfaat kunyit sebagai obat alami berasal dari senyawa kurkumin. Kunyit telah digunakan sejak lama sebagai pengobatan tradisional.
- Lidah Buaya
Nyeri sendi juga bisa diatasi dengan lidah buaya. Tanaman satu ini terbukti khasiatnya untuk kecantikan kulit dan rambut.
Cara penggunaannya terbilang sangat mudah hanya perlu mendinginkan gel lidah buaya. Lalu, oleskan pada area sendi yang terasa sakit. Diamkan beberapa saat atau hingga rasa nyeri berkurang.
- Air Garam
Garam memang dikenal sebagai penyedap rasa alami. Namun selain itu, bumbu dapur yang satu ini juga dapat membantu mengatasi nyeri sendi. Cara membuat obat tradisional nyeri sendi ini sangat mudah. Kamu hanya perlu mencampurkan garam ke dalam air hangat di wadah.
Lalu, celupkan bagian tubuh yang terasa nyeri ke dalam wadah. Selain itu, bisa juga dengan mengompresnya menggunakan handuk yang telah dicelupkan ke dalam wadah. (Mia Chalimatus Syaidah)
Editor : Imron Arlado