Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pasien di RSU Kota Mojokerto Membeludak. Penyakit Ini yang Sedang Mewabah

Rizal Amrulloh • Selasa, 7 Mei 2024 | 14:50 WIB
PREVENTIF: Kegiatan PSN di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto guna mengantisipasi persebaran kasus demam berdarah dengue (DBD).
PREVENTIF: Kegiatan PSN di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto guna mengantisipasi persebaran kasus demam berdarah dengue (DBD).

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) dan demam dengue (DD) di Kota Mojokerto turut mengerek tingkat keterisian ruang rawat inap di rumah sakit.

RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo mencatat, dalam sehari rata-rata merawat 10 pasien yang tergigit Aedes aegypti dan okupansi menyentuh 77 persen.

Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Hesti Puspasari mengungkapkan, jumlah pasien DBD dan DD menjadi salah satu penyumbang keterisian ruang rawat inap. Dari total 230 tempat tidur (TT), hanya 23 persen yang masih kosong. ’’BOR (bed occupancy rate) kita rata-rata antara 75-77 persen,’’ ulasnya.

Meski belum sepenuhnya terisi, namun okupansi tersebut tergolong cukup tinggi. Karena dari seluruh TT, ada sebagian yang dikhususkan untuk ruang perawatan intensif atau ICU baik untuk anak, dewasa, serta bayi dan ibu. ’’Jadi, meskipun belum terisi secara 100 persen, tapi TT untuk kasus-kasus tertentu mungkin sudah penuh. Baik untuk penyakit infeksi maupun yang noninfeksi,’’ sebutnya.

Untuk kasus DBD dan DD, Hesti mengatakan masih tergolong stagnan. Sejak setelah Hari Raya Lebaran lalu, jumlah pasien yang terpapar virus dengue rata-rata berjumlah 10 orang. ’’Dan itu dari Kabupaten dan Kota Mojokerto. Karena rumah sakit kan tidak ada batas kewilayahan,’’ tuturnya.

Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat (3/5), dari total 10 pasien yang dirawat di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo terdiri dari berbagai umur mulai anak hingga dewasa. Hesti menyebut, 4 di antaranya dinyatakan positif DBD sedangkan 6 pasien lainnya terdiagnosa DD. ’’Meski demam dengue tapi tetap perlu pengawasan dan diobservasi untuk dirawat di rumah sakit,’’ tuturnya.

Dokter spesialis anak ini menyebutkan, jumlah pasien dengan kasus DD dan DBD dalam beberapa minggu terakhir masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selain kasus tersebut, okupansi ruang rawat inap juga dipicu adanya pasien dengan penyakit lainnya. ’’Memang kasusnya bermacam-macam, tidak hanya DB dan DBD. Ada juga kasus-kasus seperti diare dan penyakit degeneratif lainnya,’’ pungkas dia. (ram/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#dbd #rsud dr wahidin sudiro husodo kota mojokerto #aedes aegypti #Kota Mojokerto