JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kesemutan sering dialami sejumlah orang. Keadaan ini kerap dialami karena posisi tidur atau duduk yang tidak tepat. Kondisi ini cukup lumrah. Akan tetapi, jika dialami terus-terusan, maka Anda perlu waspada. Sebab berbagai jenis penyakit kerap diawali dengan kondisi ini.
- DIABETES
Kesemutan bisa menjadi tanda seseorang mengidap penyakit diabetes. Pada penyakit neuropati diabetes, kesemutan biasanya muncul dari kedua telapak kaki, naik ke seluruh kaki, menjalar ke lengan, sampai ke kedua telapak tangan.
Jika diabetes tidak segera ditangani, saraf di kaki akan mengalami mati rasa sehingga penderita tidak menyadari apabila terdapat luka di kakinya.
- PENYAKIT SISTEMIK
Kesemutan juga bisa menjadi tanda munculnya penyakit sistemik, seperti gangguan ginjal, penyakit hati, kerusakan pembuluh darah, atau penyakit darah.
Beberapa gangguan pada jaringan ikat, peradangan kronis, kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroid), kanker dan tumor yang menyerang saraf juga bisa memicu kesemutan.
- MENGONSUMSI ALKOHOL BERLEBIHAN
Minum minuman beralkohol terlalu banyak juga dapat menyebabkan kesemutan berkepanjangan.
Minum alkohol secara berlebihan mungkin akan merasakan kesemutan di anggota tubuhnya. Hal ini terjadi ketika alkohol telah merusak saraf tepi. Saraf ini menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan otot, anggota badan, dan organ indera.
- STROKE
Kesemutan dapat menjadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat.
- KEKURANGAN VITAMIN
Kesemutan juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan vitamin neurotropik, seperti vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12. Faktor ini paling sering dialami oleh kebanyakan dan kerap diabaikan.
Beberapa vitamin tersebut berperan penting dalam menjaga fungsi saraf. Untuk mengatasinya, lebih baiknya mengonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin B, seperti ikan salmon, daging sapi, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
Perlu diingat bahwa kesemutan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi lainnya dan efektivitasnya dapat berbeda-beda pada setiap individu. Jika Anda merasa kesemutan dan berkepanjangan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dikutip dari berbagai sumber
Editor : Imron Arlado