Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinkes Kabupaten Mojokerto Cegah Penyebaran DBD Pascabanjir, Gulirkan Fogging Massal

Indah Oceananda • Senin, 18 Maret 2024 | 11:20 WIB

MELUAS: Tim dinkes, puskesmas dan relawan bekerja sama melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti di sejumlah desa yang sebelumnya terdampak banjir.
MELUAS: Tim dinkes, puskesmas dan relawan bekerja sama melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti di sejumlah desa yang sebelumnya terdampak banjir.
BEBERAPA pekan terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto sempat terdampak banjir. Dinas Kesehatan (dinkes) mulai mengantisipasi potensi munculnya sejumlah penyakit pascabanjir, salah satunya demam berdarah dengue (DBD).

Upaya tersebut dengan melakukan fogging massal di sejumlah titik wilayah yang sebelumnya terdampak banjir. Dimulai sejak Jumat (8/3) lalu, ratusan rumah warga di Kecamatan Puri, Bangsal, Pungging, Mojosari, Sooko dan Mojoanyar menjadi sasaran pengasapan.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya kewaspadaan terhadap kasus suspect DBD yang mungkin berkembang pasca banjir yang melanda beberapa wilayah.

MELUAS: Tim dinkes, puskesmas dan relawan bekerja sama melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti di sejumlah desa yang sebelumnya terdampak banjir.
MELUAS: Tim dinkes, puskesmas dan relawan bekerja sama melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti di sejumlah desa yang sebelumnya terdampak banjir.

Pengasapan dengan bahan pestisida ini berfungsi membunuh nyamuk secara luas. Semua wilayah terdampak banjir dipastikan akan diambil tindakan serupa.

’’Ini SOP yang memang harus dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit demam berdarah,’’ katanya.

Dijelaskannya, fogging sendiri merupakan metode penyemprotan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa, yang merupakan vektor penular DBD.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di masa-masa rawan seperti saat ini.

SEMUA KALANGAN: Bupati Ikfina Fahmawati memantau keadaan salah satu balita yang tengah diperiksa dokter spesialis anak.
SEMUA KALANGAN: Bupati Ikfina Fahmawati memantau keadaan salah satu balita yang tengah diperiksa dokter spesialis anak.

’’Kegiatan ini sekarang menjadi fokus yang dilakukan oleh Pemkab, mengingat pascabanjir potensi penularan wabah penyakit menjadi rentan terjadi yang dipicu oleh terkontaminasinya permukiman warga dengan sampah banjir,’’ terangnya.  

Menurutnya, fogging hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa. Untuk telur, larva dan jentik hanya efektif dengan tindakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur).

BERDAMPAK: Bupati Ikfina mengoleskan salep kepada salah satu warga yang mengalami keluhan gatal-gatal pasca banjir.
BERDAMPAK: Bupati Ikfina mengoleskan salep kepada salah satu warga yang mengalami keluhan gatal-gatal pasca banjir.

Maka, pihaknya mendorong masyarakat agar ikut membantu pemerintah mencegah terjadinya penyakit berbasis lingkungan.

’’Masyarakat kami minta juga ikut berperan aktif. Tumpukan sampah terutama yang dapat menampung air bekas banjir maupun air hujan, sebaiknya dibersihkan atau diamankan dengan cara dikubur,’’ pungkasnya. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#fogging #Pascabanjir #dinas kesehatan #kabupaten #mojokerto