Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Seluruh Puskesmas Buka Layanan Pengobatan, Kota Mojokerto Tangani 400 Pengidap HIV/AIDS

Rizal Amrulloh • Sabtu, 2 Desember 2023 | 12:35 WIB

CEGAH PENULARAN: Wali Kota Ika Puspitasari yang juga Ketua KPA Kota Mojokerto saat memperingati Hari Aids Sedunia dengan tema Bergerak Bersama Komunitas Akhiri AIDS 2030 di Alun-Alun Wiraraja, Jumat
CEGAH PENULARAN: Wali Kota Ika Puspitasari yang juga Ketua KPA Kota Mojokerto saat memperingati Hari Aids Sedunia dengan tema Bergerak Bersama Komunitas Akhiri AIDS 2030 di Alun-Alun Wiraraja, Jumat
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kota Mojokerto menangani 400 lebih pasien pengidap HIV/AIDS hingga pengujung 2023 ini.

Untuk mengoptimalkan penanganan, seluruh puskesmas ditunjuk untuk melayani pengobatan untuk membantu rumah sakit (RS).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Mojokerto untuk menekan penyebaran HIV/AIDS.

Salah satunya dengan menggandeng komunitas untuk mengedukasi masyarakat yang berisiko untuk memeriksakan diri maupun memotivasi orang dengan HIV (ODHIV) dan orang dengan AIDS (ODHA) agar berobat.

’’Kita memiliki ratusan teman-teman relawan yang selama ini bergerak cukup aktif untuk melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat agar bisa membaur dengan mereka (ODHIV/ODHA). Karena kita tidak perlu memberikan stigma negatif, tapi justru kita harus mengajak mereka untuk berperilaku hidup yang sehat,’’ ulasnya ditemui saat memperingati Hari AIDS Sedunia di Alun-Alun Wiraraja, Jumat (1/12).

Menurutnya, upaya untuk merangkul komunitas menjadi langkah yang efektif untuk bisa menekan penyebaran HIV/AIDS.

Selain itu, juga menekan risiko kasus kematian pada ODHIV maupun ODHA.

Sehingga, kata dia, peran sukarelawan dapat membantu mewujudkan target untuk akhiri kasus baru HIV/AIDS di tahun 2030.

’’Sebagai pengidap HIV/AIDS pun, komunitas juga harus mengajak teman-teman agar berprilaku hidup sehat. Tidak melakukan perilaku dalam tanda kutip nakal yang justru berpotensi menyebarkan HIV/AIDS,’’ imbuh ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mojokerto ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Farida Mariana menambahkan, berdasarkan data pasien HIV/AIDS yang berobat sebanyak 400 lebih.

Namun, sebagian besar merupakan warga yang berdomisili di luar daerah. ’’Yang dari Kota Mojokerto ada 116 orang,’’ sebutnya.

Berbeda dengan penanagan pasien lainnya, ODHIV dan ODHA mendapat perlakuan khusus dengan pengawalan.

Upaya tersebut untuk memastikan pasien bisa tetap rutin berobat untuk menjaga kondisinya tetap sehat dan menekan risiko penularan.

’’Satu per satu kita kawal. Karena jangan sampai yang sudah berobat kemudian hilang atau tidak balik lagi,’’ulas dia.

Di samping itu, fasilitas kesehatan yang menangani layanan bagi ODHIV dan ODHA juga diperluas. Jika selama ini hanya di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, kini pelayanan juga dibuka di RS Gatoel.

Bahkan, seluruh puskesmas di Kota Mojokerto juga membuka pelayanan yang sama bagi pasien HIV/AIDS.

’’Enam puskesmas sudah siap pelayanan PDP (perawatan, dukungan, dan pengobatan). Harapan kita, semua ODHA/ODHIV bisa milih nyamannya di mana saja,’’ pungkas dia. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #pengobatan #pengidap #puskesmas #hiv