Dalam laporannya, Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar, Dr. Djalu Naskutub, menjelaskan aplikasi Siap Ramah ini disiapkan sebagai sarana kemudahan bagi pasien bedah paska operasi dalam mendapatkan perawatan di rumah.
Hal ini akan membantu pasien untuk mendapatkan kontrol yang lebih teratur dan mengurangi kebutuhan pasien untuk datang ke rumah sakit, sehingga dapat mengurangi resiko infeksi paska operasi.
Menurut Djalu, aplikasi Siap Ramah ini juga sudah menggunakan sistem pembayaran non tunai, sehingga dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di RSUD Prof dr Soekandar.
’’Ini sesuai arahan Bupati yang memakai sistem nontunai. Dengan begitu akan lebih terjaga transparansi dan akuntabilitasnya. Semua perawatan luka mulai dari luka ringan, sedang hingga berat sudah ada tarif yang jelas,’’ tambahnya.
Bupati Ikfina menyampaikan apresiasi atas launchingnya aplikasi Siap Ramah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Prof dr Soekandar.
’’Selamat atas di-launching aplikasi Siap Ramah yang menjadi salah satu bentuk strategi peningkatan pelayanan perawatan pasien bedah paska operasi di RSUD Prof dr Soekandar. Ini adalah bentuk pelayanan yang menarik untuk pasien bedah pasca operasi yang pastinya banyak yang membutuhkan, mudah-mudahan ini betul-betul menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan,’’ ucap bupati.
Bupati mengatakan, aplikasi ini adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan yang salah satunya melalui inovasi.
’’Sebagai ASN, dituntut keluar dari kebiasaannya. Salah satunya dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga dengan adanya aplikasi Siap Ramah akan sangat membantu pasien setelah operasi dalam membutuhkan perawatan tanpa repot harus bolak- balik ke RSUD. Tentu hal ini banyak yang diminati oleh masyarakat,’’ jelas bupati.
Pihaknya juga mengimbau, agar sebelum aplikasi ini dijalankan, RSUD Prof dr Soekandar memastikan para staf yang bertugas memahami alur pekerjaan, pemetaan peta zona petugas, dan pasien yang diprioritaskan.
’’Sebelum benar-benar ini nanti jalan, segala sesuatunya semuanya harus ready, siap dan rapi. Setiap petugas yang terlibat mengerti paham posisinya dan tanggungjawabnya apa,’’ ungkap bupati.
Hadiri acara tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, Kepala BPKAD Kabupaten Mojokerto Mieke Juli Astutik, Ketua Dewan Pengawas Arief Alamsyah. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah