Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinkes PPKB Kota Mojokerto Ditunjang dengan Inovasi Puskesmas dalam Mencapai Zero New Stunting

Rizal Amrulloh • Rabu, 25 Oktober 2023 | 12:50 WIB

INOVATIF: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinkes PPKB dr Farida Mariana saat mempresentasikan inovasi Canting Gula Mojo dan Gayatri dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP
INOVATIF: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinkes PPKB dr Farida Mariana saat mempresentasikan inovasi Canting Gula Mojo dan Gayatri dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP
SEMENTARA itu, Dinkes PPKB Kota Mojokerto juga bergerak bersama dengan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dalam mencapai target zero new stunting 2024.

Bahkan, di masing-masing fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ini juga melahirkan inovasi-inovasi untuk penanganan sekaligus pencegahan kasus stunting.

Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Farida Mariana menambahkan, semua puskesmas juga dimotivasi untuk membuat terobosan program.

Hasilnya, puluhan inovasi mampu dilahirkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

”Dari enam puskesmas, masing-masing memiliki berbagai macam inovasi, termasuk dalam penanganan stunting,” sambungnya.

Di antaranya inovasi Gentala atau Gerakan Tuntaskan Stunting Melalui Layanan Terintegrasi Bersama.

Program yang digagas Puskesmas Blooto ini merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur program kesehatan yang saling bekerja sama untuk menangani masalah gizi, khususnya stunting.

”Melalui inovasi Gentala ini, petugas melakukan pemeriksaan terpadu pada balita yang masuk kategori stunting, pendampingan oleh kader, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) melalui sistem layanan antar dengan menggunakan motor Gentala,” tandasnya.

Selain itu, juga terdapat inovasi Si Momo Nekat alias edukasi emotional demonstration menggunakan boneka tangan dari Puskesmas Kranggan.

Terobosan ini merupakan hasil modifikasi dari metode emotional demonstration dengan mengikutsertakan seluruh sasaran posyandu balita secara partisipatif dengan cara menyenangkan yang dikemas dalam bentuk panggung boneka tangan dan permainan.

”Melalui Si Momo Nekat ini mampu menggugah emosi sasaran posyandu balita yaitu bayi balita, orang tua atau pengasuh, dan kader motivator,” urainya.

Puskesmas Mentikan juga mencetuskan inovasi Jaka Tingting yang merupakan akronim dari ajak balita timbang untuk cegah stunting.

Setiap balita yang datang ke posyandu diberikan hadiah dan pemberian stempel smile sesuai hasil penimbangan.

Sementara Puskesmas Gedongan juga berinovasi dengan Berkate Pak Miang atau Bersama Kader Asman Toga dan Akuresure Peduli Asi Eksklusif Demi Cegah Stunting.

Termasuk inovasi Pergi Ke Bu Tyas alias Pemantauan Rutin Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kartu Evaluasi Bumil dan Catin Agar Mendapat Persalinan yang Aman dan Sehat.

Sedangkan Puskesmas Wates juga melahirkan inovasi Jarik Linting. Dijelaskan Farida, Jarik Linting merupakan Jaringan Kelompok Peduli Balita Stunting yang bertujuan agar petugas puskesmas bisa melakukan intervensi secara spesifik pada program penurunan stunting.

”Inovasi ini membantu menjembatani keluarga balita untuk memecahkan solusi permasalah pertumbuhan dan perkembangan pada balita berisiko stunting,” pungkas dia. (ram/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#dinkes #stunting #Inovasi #Dinkes PPKB kota mojokerto