Oleh karenanya, UPTD Puskesmas Manduro menggagas program Jari Piton (Ajari Pijat Oxytocin).
Inovasi ini merupakan suatu teknik pembelajaran kepada keluarga, khususnya suami untuk membiasakan pijat Oxytocin kepada istrinya yang baru melahirkan.
’’Melalui program ini, diharapkan ASI keluar lancar dan makin terpupuk rasa cinta kasih antarpasangan yang membahagiakan ibu. Sehingga program pemberian ASI bisa berjalan lancar selama 6 bulan,’’ kata Kepala UPTD Puskesmas Manduro dr Siska Widiyanti.
Siska menuturkan, program inovasi ini diluncurkan pasalnya, cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Manduro belum memenuhi target. Dari 235 bayi yang lahir tahun 2022, hanya terpenuhi sebanyak 94 anak.
’’Padahal, targetnya ada 117 bayi yang harusnya mendapatkan ASI eksklusif. Karena, bayi yang kekurangan ASI juga berisiko stunting,’’ paparnya.
Adapun, dampak signifikan pelaksanaan inovasi JARI PITON ini membawa hasil.
Terbukti dari capaian ASI eksklusif di seluruh wilayah kerja UPTD Puskesmas Manduro yang kian meningkat.
’’Setelah diperkenalkan inovasi JARI PITON, didapatkan sejumlah bayi terus mendapatkan ASI eksklusif,’’ terangnya.
Berkat dari keberhasilan program ini, terjadi peningkatan pemberian ASI eksklusif dari 40 persen di tahun 2022 menjadi 48 persen pada Januari dan 51 persen pada Februari 2023. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah