RSUD RA Basoeni Gedeg menjadi tuan rumah Gebyar Hari Jantung Sedunia (HJS) 2023 tingkat Kabupaten Mojokerto yang dipusatkan di lapangan Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/10).
Kegiatan bertajuk “Kenali Jantung Sehatmu, Sayangi Hidupmu” dihadiri langsung Bupati Mojokerto dr Ikfina Fahmawati, M.Si beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan empat camat wilayah eks Mojokasri serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan Gebyar Hari Jantung Sedunia diawali dengan senam jantung sehat yg diikuti hampir 2.000 peserta yang terdiri dari pegawai RSUD RA Basoeni, prolanis dari perwakilan 12 Puskesmas, siswa SMAN 1 Gedeg serta warga masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut RSUD RA Basoeni juga berkerja sama dengan dinas kesehatan, disperindag, Bulog dan pelaku UMKM kecamatan Utara Brantas yang mengikuti pasar murah. Mereka menjual aneka bahan pokok seperti beras, minyak goreng dan aneka produk UMKM.
Selain itu, digelar pula layanan pemeriksaan kesehatan gratis, promosi kesehatan. Acara diakhiri dengan pembagian ratusan doorprize yang disiapkan oleh panitia dengan hadiah utama 4 sepeda gunung, kulkas, mesin cuci serta ratusan hadiah yang lain.
Direktur RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto, dr Rasyid Salim Sp.KJ (K) mengatakan, RSUD RA Basoeni dalam kegiatan ini bekerja sama dengan beberapa OPD yakni, Dinas Kesehatan, Disperindag, Bulog, Bank Maja Tama, Bank Jatim, Bank BNI serta pelaku UMKM 4 kecamatan di wilayah Utara sungai, dengan menggelar pasar murah.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, sebagai apresiasi, pihaknya akan menggelar kegiatan seperti ini di tahun berikutnya.
''Alhamdullilah kegiatan hari ini sukses selain menggelar senam jantung kami juga memberikan layanan kesehatan gratis, yaitu pemeriksaan dasar dan pemeriksaan lanjutan bagi warga Mojokerto," ujar Direktur RSUD RA Basoeni.
Hari Jantung sedunia setiap tanggal 29 September diperingati untuk mengingatkan masyarakat atas ancaman henti jantung mendadak.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD RA Basuni Kabupaten Mojokerto, dr. Radityo Bagus Wicaksono Sp.JP mengatakan, pertolongan terhadap serangan henti jantung memerlukan teknik tertentu. Teknik ini dikenal sebagai Bantuan Hidup Dasar (BHD).
"Bantuan ini tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat awam yang telah mengetahui metodenya. BHD dilakukan kepada pasien kasus henti jantung, henti nafas dan tidak sadarkan diri," pungkasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah